Sunday, December 30, 2012

Pangsit Kuah

Berawal dari penemuan daging giling di freezer, dan sebungkus kulit pangsit nganggur, saya kepikiran bikin pangsit kuah. Googling resep-resep dan sedikit modifikasi, taraaaaam! Jadi deh pangsit kuah. Saya share resepnya yaa :D

Bahan

Kulit Pangsit berbentuk persegi secukupnya (kira-kira 15 lembar, tergantung pemakaian isi pangsit nantinya)
1 butir telur, ambil putihnya saja untuk merekatkan pangsit

Isi Pangsit:
200 gr Daging Giling
3 siung Bawang Putih, haluskan.
1 sdm tepung tapioka
Merica dan garam secukupnya (kira-kira merica 1/4 sdt. Naah, kalo garam saya bingung mengira-ngira takarannya. Soalnya sepanjang proses pembuatan isi, saya coba colek-colek itu bahan. Kalo dirasa kurang asin, saya tambahin. Wkwkwk. Maklum masih newbie nih)
Bawang daun secukupnya, iris halus.

Bahan Kuah:
Air (tentunya), kira-kira 3/4 panci ukuran sedang
3 siung bawang putih, goreng utuh lalu digeprek (bahasa KBBI-nya digeprek apa ya? Oh, "dimemarkan" kalau ga salah :p )
Garam dan merica secukupnya. Haha. Bingung euuuy kasi takarannya. Ini masaknya pake feeling sih. (Feeling kaleng apa feeling beling, is? // Itu 'piring' kaleee #jayus )
Bawang daun secukupnya iris halus
2 siung bawang merah, iris, lalu goreng
Ohiya, tak lupa kaldu ayam bubuk a.k.a Mas*ako atau R*yco secukupnya (again)
>> ini kalo ketauan si papah pasti komennya: "Ih, teu kaci make bumbu jadi mah!" yang artinya "Ih, curang kalo pake bumbu jadi, macam Mas*ko atau R*yco" . Beliau menganggap pemakaian bumbu instan dalam masakan supaya masakannya enak adalah kecurangan -__-

Cara membuat

Isi:
  1. Didihkan air, rebus daging giling hingga matang (tanda matang: warna berubah dari merah segar menjadi coklat), sisihkan. 
  2. Campur daging dengan bawang putih yang dihaluskan, garam, merica, tepung tapioka dan bawang daun. Aduk hingga rata.

Pangsit:
  1. Letakkan adonan daging ke atas kulit pangsit secukupnya (dikira-kira biar bisa dilipat kulitnya), lipat segitiga atau lipat segiempat, terseraah. Yang penting nutuup. Hehe. Biar nempel, olesi putih telurnya ya ke pinggiran kulit pangsit.
  2. Kukus selama kurang lebih 30 menit.

Kuah:
Didihkan air, masukan bawang putih, garam, merica. Terakhir masukkan bawang daun dan bawang goreng. Jadi deeeh :D
this is it! Pangsit Kuah ala chef aisyah ibadi B-)


Selamat menikmatiiiii :)

 

*Tips:
  • Belajar dari pengalaman saya hari ini, kulit pangsit yang saya gunakan sedikit keras di salah satu sisinya. Hal ini membuat saya kesulitan saat melipat pangsit. Oleh karena itu, saya buang bagian tersebut, kira-kira lebarnya 1,5 cm. Kulit pangsit "buangan" itu saya goreng, jadi pelengkap pangsit kuahnya deh :D
  • Akan lebih enak (dan mengenyangkan juga sih :p ) kalau dilengkapi dengan tahu goreng dan soun/ mie ;)

Tuesday, December 25, 2012

Toleran?

Akhir-akhir ini, menjelang natal, muncul perdebatan soal boleh tidaknya seorang muslim mengucapkan selamat natal.
Hal "lucu" yang tertangkap oleh saya dari "kisruh" ucapan natal ini, ada orang-orang yang menyudutkan pihak yang memilih untuk tidak mengucapkan selamat natal kepada umat kristiani.
Seolah mereka yang memilih untuk tidak mengucapkan selamat, tidaklah toleran dengan umat beragama lain.
Begitukah orang-orang yang mengklaim dirinya toleran, menyikapi pihak lain yang berbeda pendapat dengannya?

PR nya banyak

hari ini belajar tahsin sama kakak. sedikit, tapi banyak *lah*
dan kerasa banget bacaan saya masih jauuuuuuuuuh dari predikat tartil.
evaluasi dari kakak: masih ga konsisten masalah harokat.
terus ngobrol2 soal makhroj.
susah banget yaa, itu nyebut huruf  "ja" ternyata lidahnya ga boleh nempel ke atas, nyebut huruf  "sho" bibirnya ga boleh majuu~
*nah, coba praktekkin aja sendiri*
haaaah, masih harus banyak belajar dan sering-sering ngaji ya aiiiis!
fightiing!
*pasang iket kepala*
Friday, December 21, 2012

platonic relationship

Dear you,
Aku tidak ingat bagaimana awal mulanya
Sampai akhirnya, yang kurasakan kemudian, kau dan aku, dekat.
Aku, di dekatmu, nyaman.
Dan kau mengatakan hal yang sama.
Selanjutnya, hari-hari kita diisi dengan berbagi tawa, juga duka.
Aku mempercayaimu, begitupun kamu.
Tak sedikitpun ragu untuk bersandar pada bahumu, seperti halnya tanganku yang selalu terbuka untukmu.
Sulit rasanya mendefinisikan bagaimana kita selama ini.
Meskipun kita merasakan hal yang sama.
Satu hal yang pasti dan  tak pernah kita lampaui,
kau,
dan aku,
teman.
Tidak lebih.

mencoba menggambarkan seseorang yang terlibat platonic relationship.hehe




Doa

Doa itu memiliki pilar, sayap, musabab, dan waktu.
Bila sesuai pilarnya akan menguat, bila sesuai sayapnya akan terbang ke langit, bila sesuai waktunya akan beruntung, bila sesuai dengan musababnya maka akan berhasil.
Adapun pilarnya adalah hadirnya hati secara lembut, khusyu' dan pasrah kepada Allah.
Sayapnya adalah jujur.
Waktunya adalah waktu sahur.
Dan, musababnya adalah membaca shalawat serta salam kepada Rasulullah SAW
Ibnu Atha'
(dikutip dari Majalah Tarbawi Edisi 283)

alhamdulillaah, ga sengaja baca Tarbawi yang 'nemu' di antara tumpukan koran :')
*jadi evaluasi doa-doa selama ini* 
Wednesday, December 19, 2012

maximize our capacity

Tidak semua orang berperilaku sesuai dengan standar kita.
Untuk itulah Allah memberi kita kapasitas untuk bersabar, toleran, dan empati.
Seperti halnya kehidupan yang tidak selalu berjalan sesuai keinginan kita,
maka Allah memberi kita kapasitas untuk tawakal, berprasangka baik dan bersemangat!
Semangat pagi kamuu! :)


Tuesday, December 18, 2012

another wish of mine

Akhir-akhir ini menemukan keasyikan dalam menulis.
Berawal dari curhat lewat tulisan, lama kelamaan 'gatel' ingin bikin novel/cerpen/ dll
Jadi inget dulu waktu SMP sempet bikin cerpen untuk dikirim ke majalah Gadis, tapi berakhir di laci meja belajar, karena ga pede :p
Sempet juga bikin cerita cinta, terinspirasi dari pengalaman pribadi (uhuk!), semacam teenlit yang waktu itu emang lagi ngetren, tapi ga selesai. Berhubung keburu patah hati dan berlanjut move on :p
Usia kuliahan gini, terutama semenjak ngeblog, merasa semangat tulis menulis bangkit lagi.
Kalo dipikir-pikir, menjadi penulis itu waktunya fleksibel.
Ya, berhubung saya calon pengurus rumah tangga, mau ga mau harus memikirkan kegiatan apa yang sekiranya tidak terlalu mengganggu kewajiban rumah tangga nantinya #ehem
Tentunya kegiatan itu harus yang saya suka, seperti menulis.
Ah, semoga saya bisa menjadi penulis yang karyanya bisa bermanfaat bagi orang banyak!
Aamiin.
Oh iya, ini ada beberapa artikel berisi tips menulis cerita dari salah satu penuls favorit saya, Mbak Asma Nadia. Cekidooot :)


dan sepertinya, buku ini bagus untuk kita-kita yang mau jadi penulis, saya belum baca sih, baru nemu pas googling tentang tips menulis barusan. heheh
Proses Kreatif Penulis Hebat



Thanks to papah, yang waktu saya SD, dengan cara yang fun meminta kami, anak-anaknya, untuk menulis cerita (kegiatan) weekend setiap hari Senin. Lalu cerita kami dipajang di spot khusus yang disediakan di rumah. Sangat kerasa manfaatnya, pah :) Aku juga gitu ah nanti sama anakku. Boleh ya calon suami? *ngomong sama tembok*
Sunday, December 16, 2012

Moments @ Tara Salvia

1 F on Sundaneese Day :D
(Left to the Right) Mareeq - Argya - Jadwa, threehandsome :D
1 F in action! :) Singing "Colors" from Barney
My favourite: Chessa and Yasmin
 w/ kebaya on Sundaneese Day

 
Little Mermaid on Costume Parade (Book Week)

One of student presenting his poster about healthy life :)

Sayonara, Tara Salvia :')

Sudah hampir 3 bulan lamanya saya magang di Tara Salvia.
Dan saat saya menulis postingan ini, waktu magang saya sudah berakhir. Hiks
Sekolah yang lucu, baik dari segi bangunan fisiknya, murid-muridnya dan juga guru-gurunya :p
Senang sekali bisa menjadi bagian dari Tara Salvia ini meski hanya sebentar.

Di Tara Salvia, begitu banyak pelajaran yang saya dapat.
Terutama soal konsistensi dan ketegasan untuk membentuk perilaku yang diharapkan pada anak.
Konsistensi dan ketegasan, dua hal yang saya rasa merupakan kelemahan diri dalam pembelajaran menjadi seorang pendidik.
Senang sekali dan tentunya sangat bersyukur mendapatkan role model yang baik untuk dua hal tersebut.
Seperti menemukan jawaban yang selama ini saya cari.
Terimakasih guru-guru Tara Salvia :')
*terutama untuk guru-guru Gedung I tempat saya bermukim.Hehehe*

Di Tara Salvia, saya mendapatkan gambaran yang cukup jelas, mengenai apa yang benar-benar saya inginkan dengan ilmu yang saya punya.
Saya sendiri berminat untuk mendalami anak-anak berkebutuhan khusus dan pendidikannya.
Tara Salvia ini merupakan sekolah inklusi, dimana anak berkebutuhan khusus turut serta berada di kelas bersama anak-anak lain.
Anak berkebutuhan khusus ini ada kalanya mengikuti pelajaran di kelas, namun ada kalanya berada di luar kelas untuk mengikuti program individual yang dirancang khusus oleh sekolah dan terapis, sesuai dengan kebutuhannya.
Saya mendengar dan melihat sendiri, bagaimana pijar bahagia yang terpancar dari mata orangtua dengan anak berkebutuhan khusus saat ia menceritakan kemajuan anaknya setelah bersekolah di sini.
Semoga suatu hari nanti, dengan ilmu yang saya punya, saya bisa turut menyalakan pijar-pijar kebahagiaan itu. Aamiin.
Dari hasil obrol-obrol dengan beberapa guru, ternyata tenaga psikolog yang mendalami dan ahli seputar anak-anak berkebutuhan khusus dan pendidikan khusus itu sangat dibutuhkan.
Waaah, rasanya semakin semangat dengan cita-cita yang saya punya :)

Di Tara Salvia, saya diingatkan akan satu hal penting bahwa menjadi seorang psikolog anak tidak hanya harus berhadapan dengan anak, tetapi juga orangtuanya.
IMHO, orangtua (ataupun orang dewasa lain yang bertanggung jawab penuh atas kehidupan anak) adalah faktor penting dalam keberhasilan pendidikan anak. Pendidikan sebagus apapun yang diberikan sekolah  tidak akan efektif jika tidak dilanjutkan di rumah, oleh orangtua.
Tidak semua orangtua punya kesadaran akan pentingnya melanjutkan pembelajaran yang diberikan sekolah di rumah.
Pun tidak semua orangtua menerima saat dikatakan bahwa anaknya memiliki kebutuhan khusus.
Child psychologist must dealing well with parents!


Sungguh, saya sangat bersyukur untuk 3 bulan yang menyenangkan dan penuh pembelajaran ini :')
Sayonara, Tara Salvia!
Semoga di lain kesempatan, saya datang kembali dengan status mahasiswa S2 - Psikolog Anak, yaaa :D

hasil iseng-iseng di kala senggang :D





Thursday, December 13, 2012

The Last Day

Aaaaa,
Besok hari terakhir saya magang di Tara Salvia
Sedih deh.
Akan kangen Arvan dan Shilend yang ganteng
#lah
Akan kangen sama sekolahnya,
display karya anaknya,
guru-gurunya,
dan tentunya, murid-muridnyaa :'''(
Sunday, December 9, 2012

brave enough to confront ?

waktu chat sama temen tentang "sesuatu", saya ditunjukkin quote yang ia ambil dari tumblr:
you can't heal what you refuse to confront
wiiii, no need to fear it, aisyah ibadi.
sure, if the time has come, i'll confront if it is needed :p
*cengar-cengir*

Repost: Beda Pendapat dan Budi Pekerti

tulisan ini baru saya sadari keberadaannya di kalender islami yang ada di rumah :p
semoga bermanfaat :)

Seringkali kita dibuat resah, terombang-ambing di dalam meyakini sebuah kebenaran di dalam tata cara beribadah, "Saya mau pake cara yang mana? Saya ini mau ikut ustadz yang mana, sih?". Masing-masing kelompok, atau masing-masing ustadz merasa pendapatnyalah yang benar, di luar golongannya dianggap salah. Lalu apa yang harus kita lakukan saat harus menghadapi kondisi seperti ini?
Perlu dicamkan bahwa segala aturan ibadah haruslah berdasarkan apa yang dicontohkan Rasulullah. Oleh karenanya, yang harus kita lakukan adalah:
1. Bersikap netral dulu, tidak memihak pada salah satu pendapat
2. Mintalah dalil dari Al-Qur'an dan Hadits yang kuat dari masing-masing ustadz yang berbeda pendapat tersebut, lalu Bismillah, pilihlah dalil mana yang lebih kita percayai dari para ustadz tersebut
3. Setelah memilih, janganlah menyalahkan keterangan ustadz yang tidak kita pilih, karena bukan hak kita untuk memvonis perihal salah benarnya sebuah persoalan. Apalagi kita hanya sekedar pengikut yang minim keilmuannya.

Terakhir dan yang paling penting, marilah kita saling menjaga perasaan dari saudara-saudara kita yang berbeda pengamalan ibadahnya dengan budi pekerti yang tinggi; saling menghormati, menyayangi dan mari saling bersilaturahim.Niscaya walaupun kita berbeda pengamalan ibadah, namun perbedaan kita bagaikan warna-warni pelangi dimana meskipun berbeda warna akan tetapi tidak memperburuk pergaulan dalam masyarakat. Bahkan menambah kecantikan seperti indahnya pelangi

Thursday, December 6, 2012

It's About Your Mind


Everything comes from the mind aiis
Jadi, be brave and stay positive aja :)

- Eka M. R.


thanks a lot Eky, for a great, insightful chat tonight :)

Hak Anak Kita (Kelak)

Berawal dari percakapan dengan seorang sahabat, tentang penyakitnya, tentang kebiasaan makannya yang kurang sehat sehingga menyebabkan sakit...


gw tau sih,, itu ada bahayanya.. apalagi dijadikan hobby
tapi mao gimana lagi.. klo kemana2 aja yg dicari ya makan itu

bisa ditahan kok, inget-inget  aja akibatnya
terus bahaya jg kan kalo ngelahirin normal ntar
penderita *sensor* tuh high risk ngelahirin normal
just commit to yourself that your child have a right for having a healthy mom

eh.. iya jg yaa
gw gak kepikiran ampe ke sonoh
iya..iya. bener tuh

hehe. note to myself jg sih.  gue sendiri orgnya jg gampang sakit, begadang dikit aja ambruk.wkwkw. yaa, lo bayangin aja ntar kalo udh berkeluarga, kalo sakit2an kan kasihan suami dan anak, sementara hidup sehat bukan hal yg instan tp harus dibiasakan . betul ibu-ibuuu? :)

betuuulll bapak-bapak
ust benry pernah bilang sejak sebelum anak lahir, bahkan dia sudah punya hak. Anak itu punya hak untuk dapet orang tua yg baik (lahir dan batin)
nah.. kewajiban kita adalah mencarinya
setuju kan lo?
hehe
dia jg cerita
dulu pernah ada seorang pria yg baru menikah setelah umur 40 thn
setelah punya anak
anak itu nanya ke bapaknya, "pak kenapa sih bapak menikahi ibu di usia yg sudah tua?"
bapak itu menjawab "karena bapak menghabiskan waktu bapak untuk memperbaiki diri dan mencarikan ibu yg terbaik untuk kamu, nak"
begitu ..

tp gue ga mau nikah tuaaa
Btw, nice sharing sob ;)
Tuesday, December 4, 2012

hubungan

sebuah obrolan random yang awalnya gosipin salah satu skandal pejabat daerah, eh emang dasar dewasa muda, ujungnya tetep topik ini :p


eh lo gimana ngeliat suatu hubungan?
setuju ama pacaran?

pacaran? definisi pacaran yg lo maksud itu yg bagaimana nih?

nah gw mau liat sudut pandang lo
kalo menuju pernikahan nanti, lo lebih setuju untuk "pacaran" atau gak sama sekali
eh emang ta'aruf itu ky apa sik?
gak paham sama sekali gw sm alurnya
karena beda golongan beda juga caranya

gw sih akan "pacaran" sama org yg memang menyatakan bahwa dia serius mau nikah sama gue. kegiatan pacaran yg gue harapkan itu ya mengenal satu sama lain, mulai dr hal-hal personal seperti hobi, kebiasaan, sampe hal2 yg rada 'visioner' kayak pandangan soal pernikahan, harapan dia thd pasangan saat berumahtangga nanti, pandangan soal mendidik anak, dll
jadi lebih ke menyamakan visi misi dan persepsi ttg pernikahan
dan juga mengetahui harapan dia, dia maunya pasangan yg kayak apa
gw sendiri ngerasa proses kayak gitu paling lama sebulan
lebih dari itu gue anggep ga serius
krn menurut gue, kalo lo belum ngerasa siap menikah, ya gausahlah pdkt ama cewek
pdkt ama cewek ya kalo lo udh siap 'menanggung'
masa lu gatau proses taaruf? lo kan anak rohiiis :p

subhanallah, ceramah bu aji?

eh tapi interaksi selama pacaran itu dijaga juga
hahahahah

yang mau curhat kan sayah

hahahha
kan lo nanya,ya gue jawab
:p

itu pertanyaan intermezzo doang sebenernya
ibarat kata cuma pemantik
eh  ini langsung kebakar

:))
maap maaaaap
hahahha
oke lanjuuut

nah

skrg lo yg ngomong deh

berarti lo ngeliat hubungan itu komitmen kan?
iya nih gw yg ngomong
kalo gw mau berhubungan sama perempuan:
1. gw CINTA sama dia
2. dia CINTA sama gw
3. dia tau apa konsep gw dan bisa dijalankan
4. gw tau keluarganya dan gw udah bisa prediksi untuk bisa kooperatif dengan keluarganya
urutan menentukan prioritas
tapi kan gini,
itu kan secara konsep aja
ujung2nya like you admire some company that you would like to be their part then you should met the system first
ketemua HRD dan yg terpenting user
kalo user nya nolak, ini kan yang berabe
kalo menurut lo, pernikahan macem apa yang bisa langgeng dengan penolakan dari user tersebut?

Maksudnya, ini kalo org yg kita incer ternyata menolak kita gitu?

Bukan
orang tuanya misalnya

Karena kita dibesarkan dlm budaya timur, akan sulit kalau penolakan dtg dr ortu, krn menikah di sini bukan hanya menyatukan dua individu, tp jg dua keluarga. kecuali ya, kalo dua org yg menikah itumemang tdk terlalu ambil pusing dg hal2 itu selama yakin dg pasangan masing2

Iya sih timur
tapi lu cinta ama dia, gmn dong?

Hmm,kira2 alasan penolakannya seperti apa ?

Ya ga tau. mungkin karena gw terlalu ganteng misalnya..
*hatchii
bisa ga sih ambil gampangnya aja?
yaudah putus. cari yang laen. beres

*hoek (on: ganteng)
nah itu lo tau jawabannya
wkwkwkw

Tapi lu cinta ama dia?
ini gw mau liat sudut pandang perempuan aja
kalo masalah cinta sih gw juga pake perasaan
apa harus dukun yang bertindak??

Skrg pilih deh, ukur kemampuan diri: sanggup ga menjalani pernikahan tnp restu dr saloah satu pihak? kalo sanggup ya siap tanggung resiko dan kemungkinan2 pahitnya. kalo engga sih ya mungkin emg bukan jodoh. gw sih pilih yang kedua. toh Allah maha pembolak-balik hati manusia kan
sekrang cinta, besok juga bisa ga cinta #asek

emang lu dah emak2
aseli cocok
bijak tapi gimana gitu

zzzzzzz *lempar cobek*
bijak-nya cewek banget ya? emosional cewe gitu ye?
wkwkwk

haha
kaga dapet nih gw outputan yang diinginkan
atau gw ubah bahasa kalimatnya

ah lo nanya gue jgn2 untuk dpt pembenaran?
hahaha
coba2 diubah kalimatnye

ih ngapain juga
siapa elo woy
haha
Monday, December 3, 2012

Yakin?

mencoba mengeluarkan isi hati karena tontonan tadi pagi

Pagi tadi, setelah shalat subuh, saya dan sohib saya, Aisha Salsabila a.k.a Ai, menonton Acara Ustadz Yusuf Mansyur di ANTV.
Isi acaranya sendiri menampilkan Ustadz YM yang menceritakan kisah-kisah nyata bagaimana janji Allah terbukti, mengembalikan uang yang kita sedekahkan sebanyak 10 kali lipat (Q.S. 6: 160).
Dari cerita-cerita itu, Ust. YM menekankan pentingnya keyakinan bahwa apa-apa yang kita sedekahkan akan dibalas oleh Allah 10 kali lipat. Itupun jumlah minimal, jadi bisa lebih dari 10 kali lipat.
Punya utang 3000.000, misalnya. Ya keluarkan aja sedekah 300.000, nanti Allah akan balas dengan 3000.000.
Mau kaya? Ya sedekah aja. Sedekah sama sekali tidak mengurangi harta, malah sebaliknya, karena toh Allah akan melipatgandakannya (Teori Matematika Sedekah ala Ust. YM).
Inilah yang harus kita yakini dan ini pula menurut kami (saya dan Ai) yang menjadi masalahnya.
Kami merasa untuk meyakini hal itu tidaklah mudah.
Kami sependapat, bahwa keragu-raguan kami disebabkan 'terlalu banyak mikir'.
Maksudnya, ketika kita mengeluarkan sedekah, kita lalu berpikir  Bagaimana caranya akan kembali sepuluh kali lipat? Bagaimana bisa sedangkan saya cuma bla..bla..bla..bla dan sederet pikiran-pikiran lain.
Hmm, padahal kalo dari cerita-ceritanya Ust. YM, cara-cara Allah mengembalikan uang yang disedekahkan itu tak terduga, 'ajaib'. Tak terjangkau oleh akal kita.
Jadi?
Jadi saya sama Ai sama-sama dihantui (duile bahasanyee) satu pertanyaan: "Gimana caranya supaya yakin, seyakin-yakinnya, sama Allah?"
Kami belajar rukun iman yang enam dimana salah satunya adalah iman kepada Allah. Tapi kalau mau evaluasi diri, alangkah galaunyaa kami iniii (Ai: Kami? Lw aja kali aiiis!)
Ya galau karir, rejeki, dan.....jodoh. Jeng jeeeng!
Ai bilang, padahal kalau kitanya benar-benar beriman kepada Allah, mungkin ga akan galau sebab yakin bahwa semua akan diatur oleh Allah.
Hmm. Hmm. Hmm *ngangguk-ngangguk mengiyakan*
Selesai acara Ust. YM itu kamipun makan saltcheese sandwich. Enak loh *sampah lu, iis*

Terus akhirnya gantung, soalnya yang nulis juga masih mikir soal ini.Hehehe.
Mariii, sama-sama berusaha dan belajar menyempurnakan iman :)
Btw, yakin dan percaya itu berbeda. Perbedaan antara keduanya dijelaskan dengan baik di postingan ini: Yakin atau Percaya 

Tuesday, November 27, 2012

ntms pagi ini

hmm.
ketika orang yang kita beri masukkan nampak tidak suka/ defensif, dll, mungkin kitanya bisa evaluasi:
apakah ada kata-kata yang menyingung?
solutif kah saran kita? atau sekedar komplain yang bikin sebel?
hehe.
this is just my self reflection :)
Monday, November 26, 2012

diingatkan

even a small occassion has something worth to learn or an insight

hari ini, hanya dengan beberapa pesan singkat, rasanya diingatkan akan satu hal.
satu hal yang butuh persiapan, namun seringkali terlambat dipersiapkan.


Saturday, November 24, 2012

Pahlawan...bakiak?

Jadi, saya sedang googling pengertian Pahlawan, untuk materi yang akan dibawakan di sanggar besok.
Eh ketemu istilah ini:
Pahlawan Bakiak
arti KBBI-nya adalah suami yang sangat patuh (takut) sama istrinya (bisa cek artikel ini ). Wakakak xD
Saya yang baru denger langsung kepikiran, kenapa 'bakiak' ya? bakiak itu sandal dari kayu itu kan ya?
*mikir*

mendidik dengan ilmu

"Buat apa perempuan mengenyam pendidikan tinggi kalau ujungnya cuma mengurusi anak? Perempuan berpendidikan tinggi supaya ia mendidik anak-anaknya dengan ilmu"

>> dikatakan secara random oleh Papah yang entah kenapa, akhir-akhir ini seriiiing banget ngingetin peran-peran perempuan dalam berumah tangga. Berasa lagi ditraining -_- ha ha ha.
Friday, November 23, 2012

Kelas 2 T :)

Genap seminggu saya bermukim di kelas 2 T.
Kesannya?
U-N-I-K ! :D
Pada kelas-kelas sebelumnya, umumnya saya hanya menemukan 1-2 siswa yang 'unik' tapi di kelas ini, hampir semuaaaanya memiliki kekhasan masing-masing.
Ada Shailend, si ganteng yang suaranya imut-imut (agak ga matching ama tampangnya yang ganteng itu.wkwkwk)

Ada Sultan yang ndut lucu dan kalo lagi ngomong udah kayak truk yang rem-nya blong (soalnya non stop).

Ada Kayru, siswa yang cenderung pendiam, tetapi kalau lagi ceria, uuuu sweet banget deh senyumnya :) Udah gitu bulu matanya lentik sekali dan pipinya chubby :D

Ada Maliq, yang putih, ndut menggemaskan, dan kalau lagi sebel sama orang (biasanya Guru yang dianggap memberikan tugas terlalu sulit and so on), akan memberikan komentar-komentar tak terduga. Pernah ia kesal dengan Bu Tri, Wali Kelasnya, dan berkata: "Aku benci Bu Tri. Bu Tri mengecat di rumahku saja". Hahahahah. Maliiiiq, kenapa itu Bu Guru-nya disuruh ngecat sih? Kocak iiih xD
Sampai sekarang Guru-nya dan saya tentunya, tak habis pikir, kenapa disuruh ngecat yak? Wakakakak. Tapi, keesokan harinya, Maliq kembali manis seperti biasanya, melupakan bahwa kemarin ia pernah bilang membenci Bu Tri. Anak-anak, tidak menyimpan dendam :')

Ada Faiz, si kecil imut cerdas yang gampang tertawa dan sering melucu, jadinya sering ditegur gurunya deh karena suka berisik. Hehehe.

Ada Sheera yang selalu ceria, dan Zia yang selalu salaman sama gurunya begitu tiba di sekolah.

Ada Syara, si cantik berambut panjang yang setiap pagi diantar oleh mamah dan adiknya yang ribut say goodbye sama kakaknya ini dari balik jendela mobil: (teriak) "Kakak..kakak...selamat belajar, kak!"

daaan masih banyak lagi sebenernya, tapi saya pegel mau nulisin satu-satu. Hehehe.
Saya melihat dan mendengar dari gurunya, perkembangan tiap-tiap anak. Mulai dari yang tadinya menarik diri, pendiam, sekarang menjadi lebih terbuka dan ekspresif, ada juga yang belum lancar membaca dan menulis seperti teman-temannya, namun jika ditanya secara lisan ternyata jawaban-jawabannya cukup cerdas untuk anak seusianya, dan sebagainya.

Aaa, makin pengen jadi guru kelas. Ingin melihat perkembangan murid-murid, membantu mereka melaksanakan tugas perkembangan dan tumbuh menjadi pribadi yang mandiri dan berkarakter.
Ingin belajar menjadi pendidik yang baik dengan menjadi guru.
Semoga tercapai ya Allah, pengennya sih mengawali karir di SD Tara Salvia ini. Aamiiin 
Thursday, November 22, 2012

Kenapa Mikirin Gaza ?

Semacam opini dengan artikel tentang Gaza sebagai pelengkap, yang coba saya muat di sini dalam bentuk cerita. hehehe. Tulisan warna biru itu ada link-nya yaa

"Kenapa sih harus mikirin orang-orang Palestine yang di Gaza sana sementara di sini, di Indonesia ini, juga banyak masalah?" kata Pandji .
"Wah, silahkan baca tulisan gue, sob. Klik ini . Semoga lo ga galau lagi yaaa " Kata Herry Nurdi
"Sesama muslim itu terikat karena akidah, masbrooo. Ikatan persaudaraan berdasarkan aqidah itu hakikatnya ikatan paling kuat." Timpal Kak Tegar Hamzah.
Sayapun tak tahan menimpali "Berarti Mas Pandji, kita baiknya ga usah mikirin orang lain kalau masalah kita sendiri belum beres? Ga selesai-selesai atuh lah kalo nunggu diri beres dulu"

Hmmm, orang-orang yang mengurusi masalah Gaza ini, apakah tidak peduli dengan urusan di negerinya sendiri? Sepengamatan saya sih engga. Salah satu contoh yang saya kenal, Faldo Maldini, Ketua BEM UI saat ini membuat sebuah petisi online yang ditujukan ke para pemimpin negara untuk bertindak mengehntikan penyerangan ke Gaza. Dan saya tahu betul bagaimana kepedulian Faldo (dan kawan-kawan BEM UI tentunya) terkait permasalahan di kampus UI, RUU PT, dll. Ketua BEM UI gitu loh, ga mungkin banget ga aktivis yang berusaha mengamalkan tri dharma perguruan tinggi #cieee. 

Yah, opini Mas Pandji mungkin bisa dijadikan pengingat, bahwa negeri kita pun punya masalah yang harus diperhatikan juga, seperti banjir di Soreang, Bandung, ketiadaan jembatan di desa Jorong sehingga membahayakan pelajar di sana berangkat ke sekolah (bisa liat ada petisinya juga di sini ), de el el. Dan masalah-masalah internal itu juga butuh kepedulian kita, jangan sampai lupa. Mungkin begitu maksud Mas Pandji #husnudzon.
Tapi toh bukan berarti kita minim perhatian dengan masalah bangsa lain, apalagi saudara seiman di Palestina sana, kan?

Btw, saya baru tahu kalau Christiano Ronaldo menyumbangkan sepatu emasnya untuk membangun sekolah yang rusak di Gaza sana (Ronaldo “Real Madrid” Sumbang Rp 18,4 Miliar untuk Anak-Anak Gaza ) ya ampun, saya yang tadinya sebel karena menurut saya dia belagu, jadi agak respek. heheheh.
Dan ternyata para hacker Indonesia juga beraksi ya, menyerang beberapa situs dan server milik Israel! :D Semoga tidak dibalas oleh yang bersangkutan, merujuk pada artikel Israel Diserang Hacker Indonesia, Indonesia Antisipasi Serangan Balasan ). 
Seneng deh, melihat tiap orang berjuang dengan cara dan keahliannya masing-masing.
Kalau kamu, apa yang sudah kamu lakukan? :)
*ngobrol ama cermin, mantul*






Say No to P.S and Friends

Menemukan beberapa kasus anak yang sulit mengungkapkan emosi, perasaan dan pikirannya karena jarang diajak berkomunikasi dengan orangtua DAN kalau libur/ waktu luang dihabiskan dengan main P.S :(
Kasihan loh, guru-guru di sekolah (dan orangtua tentunya) kesulitan mengetahui apa yang terjadi sebenarnya dengan si anak, ketika tiba-tiba dia terdiam lalu meneteskan air mata. Kasihan anaknya juga kan, punya konflik tapi dipendam dan jadi tak terselesaikan karena orang dewasa di sekitarnya tidak tahu masalahnya apa.

Dear calon suami, kita harus sepakat untuk tidak membelikan P.S dan semacamnya itu ya! Terus kamu jangan main game online depan anak kita nanti. Pokoknya kalo liburan harus berkegiatan outdoor atau apapun yang melatih komunikasi dengan anak :p
*ngomong ama tembok*

How far the love will take you

Karena cinta setitik, indah dunia beserta isi-isinya
Syamsuri, 2012 sebagai respon atas pepatah "Karena nila setitik, rusak susu sebelanga" :D
Wish you all full with love! :)

Wejangan Mendadak

lagi asik mindahin data ke flash disk,
"Is, nanti kalo udah jadi istri, jangan jadi wanita karir. Kalaupun bekerja, usahakan tidak terlalu sore sampe rumah. Banyakkin waktu untuk mendidik anak. Buat apa karir sendiri cemerlang tapi anak berantakan? Ibu yang berhasil mendidik anak turut membangun bangsa, loh"
Papah, entah kenapa tiba-tiba ngomong gitu.
Random banget deeh xD
Tapi mengena di hati :)
Thanks, pah! :''')
Tuesday, November 20, 2012

Allah, Selalu.

Ketika semua kemungkinan tak lagi nampak,
Ketika semua terasa buntu,
Allah tahu, selalu.
Dengan jalan yang tak dapat diterka,
Dengan cara yang terlalu hebat untuk bisa dimengerti akal manusia.
Itu sebabnya aku tak henti berdoa,
Karena aku yakin, Allah bisa, selalu.
Monday, November 19, 2012

yang tak terbendung

yang tak terbendung kadang tak bisa disampaikan.
hanya doa, yang kemudian melampiaskan semuanya.

useless

seringkali, kita terjebak menyibukkan diri untuk menerka dan berprasangka akan niatan orang lain dalam beramal.
padahal, hanya Allah yang sejatinya tahu benar-benar apa yang ada di dalam hati manusia.

Wednesday, November 14, 2012

cakep nih :D


Entah akan berkarir atau menjadi ibu rumah tangga, seorang wanita wajib berpendidikan tinggi karena ia akan menjadi ibu. Ibu-ibu cerdas akan menghasilkan anak-anak cerdas
Dian Sastro via @mixsindo

:)

social media itu....

social media itu....
sarana bagi para secret admirer yang terlalu malu untuk bertegur sapa secara langsung bahkan di dunia maya sekalipun (jadi cuma liat-liat timeline-nya aja :P )
*random malem-malem*
Monday, November 12, 2012

sakit

karena sakit itu menggugurkan dosa-dosa,
mungkin Allah sangat sayang pada hambaNya yang satu ini
sehingga tak jarang memberinya penggugur dosa.
Allah, terima kasih banyak untuk seringnya mengingatkan aku agar lebih mensyukuri nikmat sehatMu, melalui sakit-sakit ini...
flu.
radang tenggorokan.
meriang.
demam.
dan kejedot tembok sampe luka :D
alhamdulillah, semoga menjadi hamba yang lebih bersyukur.
karena syukur berarti memanfaatkan pemberian/ nikmat Allah dengan sebaik-baiknya, semoga itu menjadikan saya menjadi orang yang lebih pandai menjaga kesehatan.
sakit memang pengugur dosa, tapi dengan sehat, akan lebih bermanfaat bagi sekitar :)

act

mudah memang, mengomentari, menilai dan mencari kesalahan.
tapi sudahkah kita berbuat?
setiap masalah membutuhkan solusi
dan solusi tak lepas dari tindakan nyata.
sebab sebuah pemikiran, ide, dan konsep hanya akan menjadi seonggok wacana usang tanpa pelaksanaan, tanpa bertindak.
sudahkah?
just shine the world with your kindness, act, even a little :)


terinspirasi dari quote:
 "Cursing Darkness?? Better light more and more candles" ( Anies Baswedan )

ga nyambung

Presentasi Poster Hidup Sehat
Kelas 1 SD

Takumi, 6 y.o., mencoba berinteraksi dengan teman-temannya saat mempresentasikan posternya yang mengajak orang untuk berolahraga supaya sehat. Berikut cuplikan presentasinya:

T: Di sini siapa yg suka main bola?
(Hampir semua siswa laki-laki mengacungkan tangan)
Saya: wiiiih, bagus nih. Mencoba interaktif
T: Di sini siapa yg namanya Gaska?
(Yang namanya Gaska mengacungkan tangan)
T: Gaska, kenapa waktu TK kamu berteman dengan Fiona?
Saya: LAAH???! ga nyambuung. Hahaha. But, still nice, Takumi! :)
Monday, November 5, 2012

Manfaat Identitas Diri

Soal: Apa manfaat identitas diri?
Jawab : Supaya kita tidak tersesat di Moll

dijawab oleh seorang siswi kelas 1 SD pada saat ujian IPS
xD
Thursday, November 1, 2012

refresh my mood

don't let others ruin your day
or take away your happiness
smile and go,
go to bed early :p
*zzzzzzz*
Friday, October 26, 2012

sakit

hari ini temanya meriang dan kepala cenat-cenut
sekaligus kesal dengan diri sendiri
karena sakit, mau ngapa-ngapain jadi lamban dan terhambat.

bukan sakitnya yang saya sesalkan,
tetapi tidak bisa menjaga kesehatan itu loh.
udah tau ga boleh telat makan,
udah tau ga boleh tidur malem sering-sering,
masih juga dilakukan.
grrrr. jitak nih ais.
*edisi ngomel-ngomel sendiri*

Children are fun :D

#1
Guru Agama (berbicara kepada murid-muridnya) : Al Kautsar apa artinya, hayooo?
Murid-murid (serentak) : Nikmat yang banyak, Bu Guruuu!
Guru: Iya, betul sekali! Nikmat dari Allah itu banyaaaak banget. Udara gratis, Matahari gratis. Coba bayangkan, gimana kalo ngga ada matahari?
Siswa X : Pake senter soalnya gelap!
Saya pun jadi lirik-lirikan sama gurunya sambil nahan ketawa xD

#2
Suatu hari, kelas 1 F ulangan matematika. Salah satu soalnya mengacu pada gambar katak yang sedang jongkok (eh, katak ga berdiri kan ya? jongkok kan dia?) di pinggir sungai. Katak itu ingin menyebrangi sungai dengan melompati batu-batu yang berjajar sedemikian rupa hingga sampai ke sebrang sungai. Di tiap batu ada angka-angka dari 1-25. Di soal, diberitahu bahwa katak akan melompat dari angka 0, 5, 10. Soal pertama meminta murid melanjutkan batu dengan angka mana saja yang harus dihinggapi katak hingga ia sampai ke sebrang sungai. Jawabannya adalah batu-batu dengan angka kelipatan 5 (15, 20, 25). Soal kedua, berbunyi: "Pola apakah yang dibentuk oleh katak?" Karena katak hinggap di batu-batu dengan angka kelipatan 5, maka jawabannya adalah Pola 5. Naah, ternyata ada beberapa yang bingung, termasuk G salah satunya:
G: Bu Ais, sini deh
A: Ya? (menghampiri G)
G: Ini maksudnya gimana? (menunjuk soal kedua)
A: Coba dibaca dari awal (sambil mikir gimana menjelaskan tanpa memberitahu clue jawaban)
G: (membacakan soal)
A: Udah? Jadi, pola apa nih yang dibentuk katak? (masih mikir jawaban yang pas)
G: (muka bingung) Ga tau, Bu...Aku bingung.
A: (adooooh, gimana ini yaa?) Oke, sekarang kamu liat deh. Katak ini mau apa?
G: Lompat.
A: Nah, dia lompatnya ke batu mana aja?
G: Batu 0,5,10,15,20,25
A: Naah, 0,5,10,15,20,25 itu pola apa?
G: (berpikir, mengernyitkan dahi) OH! Aku tau Bu! (sumringah)
A: (lega) Tuh kaan,pasti tau deh. Pola apa?
G: Pola lompat!
A: *speechless* Oke, kalo itu jawaban kamu (senyum manis dan nahan ketawa)

#3
Mencuri dengar perbincangan siswa 1 F tentang persiapan Sundanese Day esok hari.
X: Aku akan menyewa baju untuk besok.
Y: Teruuus, aku harus bilang WOW gitu?
Doh!! *tepok jidat*

#4
X dan Y adalah murid perempuan
X: Y, aku boleh menjadi sahabat kamu, ga?
Y: Boleh (mengangguk). Yuk, main! (menggandeng tangan X keluar kelas)
Unyu banget siiiih! :)

Kakak saya pernah bilang, menjadi guru mungkin penghasilannya tidak sebesar jika kita menjadi karyawati kantoran. Tapi, rasa senang dan bahagia melihat tingkah laku anak-anak itu membayar semuanya. Bener, kak. Rasanya saya mulai merasakan hal yang dikatakan kakak :) Di kelas, entah sudah berapa kali saya menahan tawa disebabkan tingkah laku mereka, ekspresi saat mengerjakan soal (ada yang bengong, berucap "AHA!" dengan mata bulat muka sumringah, sampe lirik-lirik pekerjaan teman dengan muka kepo luar biasa, dll) dan isi perbincangan mereka yang oh-so-sweet itu. Yah, meski ada aja saat-saat mereka sussah diatur dan menyebalkan bikin pengen jitak (haha), but overall they are fun! Children are fun! :D :D

tidak memaksa

kita memang wajib menyampaikan mana yang benar.
tapi menyampaikan yang benar tidak sama dengan memaksa.
biarlah,hidayah itu menjadi urusanNya.
doakan saja.
Sunday, October 21, 2012

Countdown to 171112 #1

17 November masih lama euy. Artinya papah-mamah masih lama pulangnya.
Ga apa, yang penting maksimal ibadahnya di sana dan menjadi haji/hajjah mabrur :)

Kalau sebelumnya saya berkisah tentang kekacauan rumah tangga dalam hal logistik (baca: MASAK) karena ditinggal mamah, sekarang saya mau cerita kalau urusan yang lalu itu....masih kacau juga. wkwkwk.

Eh tapi alhamdulillah ada kemajuan menu:
* telur balado
* sop ayam
* perkedel kentang ayam

Urusan rasa sih wallahua'lam. HAHAHAHA
Ga apa aiiiis, yang penting tau caranya dulu, rasa akan sempurna seiring dengan berjalannya waktu #tsaah
AH. BESOK SENIIIIIN~
*tarikselimut*
Saturday, October 20, 2012

Paling Susah

Ternyata, yang paling susah dalam perjalanan menjadi pendidik yang baik adalah tega dan untuk tega harus bisa nahan ketawa, selucu apapun anak itu mukanya, suaranya.
Ah, ini nih titik lemah saya.
Semangat belajar terus menjadi pendidik yang tega, tega membiarkan anaknya tumbuh mandiri dan cerdas! :)

I Love This School :)

Sampai Jumat kemarin,sudah genap seminggu saya magang di Sekolah Tara Salvia, Bintaro.
Saya magang jadi asisten guru yang rada gabut.
Kenapa rada gabut? Ya soalnya tiap kelasnya udah ada dua orang guru sebenernya.
Jadilah saya menemani anak belajar, memastikan dan mengingatkan anak untuk tetap dispilin mengerjakan tugas dan bantu-bantu administrasi kelas. Pernah juga sih gantiin guru yang ga masuk. Tapi tetep ga memberikan materi.
Alhamdulillah teteep, daripada lumutan diem aja di rumah. Hehehe.
Waktu pertama kali datang untuk interview (sebelum magang), saya sudah jatuh cinta sama sekolah ini.
Bangunannya unik. Apalagi lobi utama, dindingnya kaca, jadi terbuka dan penglihatan jadi lebih leluasa.
Halamannya cukup luas dengan pepohonan di pinggir-pinggirnya. Kebayang ga sih anak-anak berlarian riang bermain ke sana kemari? :)

Dan, yang paling saya suka, sekolah ini banyak memajang hasil karya anaknya.
Entah itu poster, buku cerita, pohon keluarga, dan lain-lain.
Hal ini mengingatkan akan masa kecil saya, dimana papah membiasakan kami menulis cerita hampir setiap minggunya, menyediakan papan di sisi belakang lemari untuk memajang cerita, gambar, apapun hasil karya saya, adik dan kakak maupun tetangga yang main ke rumah. It feels like I go back to one of  my childhood's episode :')

Selain bangunannya unik, segala sudut ruangan terlihat rapih dan bersih.
Kelas-kelasnya juga terlihat terang, dan bersih.
Pokoknya terlihat sangat baik pengaturan cahaya, interior dan desain gedung-gedung sekolahnya itu.

Dan akhirnyaa, tiba juga hari pertama magang!
Jeng jeng jeng....Kyaaaa!! Murid-murid 1 F, kelas pertama yang saya masuki, imut-imut bangeeet >.<
First love saya di kelas itu ada dua.
Pertama, seorang anak perempuan berkulit putih, rambutnya ikal pendek.
Wajahnya smiley face banget. Cantiiik.
Lucunya, entah kenapa, tiap hari menanyakan hal yang sama kepada guru kelasnya:
"Bu Fanny, hari ini aku pulang sama siapa?"
atau sekedar memberikan info:
"Bu Fanny, hari ini mobil jemputanku warna merah"
Dikatakan dengan muka yang polooooos banget.
Kalau udah gitu, guru kelasnya biasanya menanggapi:
"Chessa, kemarin-kemarin pulang sama siapa?"
"Aku? Mmm..pulang sama Owen?"
"Nah, kan tiap hari juga pulangnya sama Owen. Berarti hari ini juga, kan?"
dan Chessa biasanya nyengir. Cengiran khas Chessa :D
Pernah suatu hari, Chessa mendatangi saya dan dengan muka polosnya bilang:
"Bu Ais, kenapa sih semuanya pada ngerebutin aku? Semuanya pada nempel-nempel sama aku"
Dan saya cuma bisa menahan tawa.
Pede banget sih Chessaaaa! Hahahaha. Gemeeeess *cubit cubit*

Yang kedua, anak perempuan juga. Namanya Yasmin.
Rambutnya kayak Dora The Explorer.
Kulitnya sedikit sawo matang, dan suaranya itu lovely bangett.
Udah gitu anaknya ekspresif, mirip banget sama keponakan sayaa :D :D
Pernah, saya lihat Yasmin yang biasanya enerjik dan riang mendadak sedikit murung saat waktu lunch.
Ooo, ternyata, Yasmin sedang dihukum sama bunda-nya tidak dibekali lunch karena Yasmin sering tidak menghabiskan lunch-nya.
Waktu itu saya pikir, tega banget ini bunda-nya sampe kasih hukuman begitu.
Eh taunya cukup efektif loh.
Setelah itu Yasmin jadi menghabiskan lunch-nya.
Wooow, boleh nih jadi referensi buat jadi ibu ntar :p
Masalahnya, tega apa engga kita sebagai significant others (Orangtua/Guru/Pengasuh) memberikan hukuman pada anak. Wainiii nih. Harus belajar "tega" sama anak! *pasang tampang angker, tapi gagal karena susah nahan ketawa -_- *

Ohiya, terkait dengan pengajaran di kelas, dua minggu ini saya memfokuskan diri untuk mengamati manajemen kelas yang dilakukan oleh guru. Apa itu manajemen kelas? IMHO, intinya sih bagaimana guru mengelola kelas agar kegiatan belajar mengajar berlangsung efektif dan materi dapat diterima anak secara optimal.


Dari hasil pengamatan, ada beberapa hal menarik yang saya dapat terkait manajemen kelas, khususnya di level bawah (kelas 1):
1  Mengatasi suasana yang tidak kondusif untuk belajar (siswa tidak tertib, teralih perhatiannya, dll), cara yang dapat dilakukan adalah:
·       Mengajak siswa bertepuk tangan 1/2/3 kali. Prakteknya begini, ketika siswa ribut, guru bertepuk tangan sebanyak 2 kali, lalu siswa mengikuti. Guru kemudian bertepuk 3 kali, siswa mengikuti. Begitu seterusnya sampai dirasa situasi sudah kondusif. Tapi untuk yang ini sudah dibuat kesepakatan kelas sebelumnya, jika guru bertepuk tangan, siswa wajib mengikuti.
·       Menukar posisi duduk. Misalnya diatur sesuai kemampuan, yang cepat menangkap materi dipasangkan dengan yang kemampuannya setara, begitupun sebaliknya.
·        Memberikan pilihan dengan konsekuensinya, contoh: “Sudah siap belajar? atau mau berbaris lagi di luar kelas?”
·       Mengingatkan siswa akan aturan kelas (class beliefs) yang sudah disepakati sebelum kegiatan belajar berlangsung. Contohnya, menghargai guru dan teman, mendengarkan ketika ada orang yang berbicara, dsb.

  Memberitahukan kepada siswa mengenai perilaku yang diharapkan tanpa menceramahi siswa secara langsung, dengan :
·         Memuji siswa yang berperilaku baik (tertib) di hadapan siswa yang lain.
·         Mengucapkan “thank you ...(nama siswa)” kepada siswa yang duduknya rapih.
·         Mempersilahkan siswa yang duduknya tertib untuk terlebih dulu keluar kelas/ ke kantin

3   Mempersiapkan siswa untuk belajar. Hal ini dapat dilakukan dengan mengingatkan siswa akan materi sebelumnya melalui diskusi kelas, kemudian dapat dilakukan aktivitas yang menyenangkan seperti bernyanyi tetapi tetap berkaitan dengan materi selanjutnya (contoh : bernyanyi ‘five little monkeys’ ketika akan belajar materi pengurangan pada pelajaran matematika). Kegiatan yang menyenangkan bisa juga memberikan contoh-contoh yang familiar dan diidolakan anak, seperti tokoh animasi, dll. Hal tersebut saya lihat cukup memotivasi siswa untuk terlibat aktif pada kegiatan belajar

Klarifikasi pemahaman anak terhadap instruksi yang diberikan dan kesepakatan kelas sebelum pengerjaan tugas dapat meminimalisir perilaku yang tidak diharapkan dari siswa. Contohnya, guru berkata: “Ibu akan menerangkan bagaimana mengerjakan tugas ini. Dengarkan baik-baik agar nanti ketika mengerjakan tidak lagi bertanya”. Ketika nantinya siswa tidak mendengarkan dengan baik lalu menanyakan hal yang sudah dijelaskan di awal saat mengerjakan tugas, guru dapat mengacuhkannya sehingga ia belajar untuk mendengarkan dengan baik instruksi yang diberikan dan tertib saat mengerjakan tugas


Yak, sekian dulu laporan magang minggu ini.
Doakan saya ya temaaan, niat saya magang memang untuk belajar banyak hal tentang mendidik anak dan sekolah tentunya. Semoga :)
Monday, October 15, 2012

Susu Coklat Hangat

Rasa kecewa yang timbul sore ini terobati lewat kehangatan segelas susu coklat.
Alhamdulillah :)
Sunday, October 14, 2012

What A Week

Sampai dengan detik ini, sudah genap seminggu saya ditinggal orangtua pergi haji.
Sebagai perempuan satu-satunya di rumah (ditemani dengan kakak dan adik laki-laki), saya diamanahkan Ibu untuk mengatur segala urusan rumah tangga, mulai dari beberes rumah, mengatur asupan anggota keluarga, dan mengatur pengeluaran tentunya.

Masalah beberes rumah sih kecil #jumawa
Yang paling bikin puyeng ternyata....

...............BELANJA dan MASAK...............

Waktu ngekos, belanja ya belanja aja. Ambil barang belanjaan sesuai selera pribadi.
Sekarang? Ooo tidak bisa! *Sule Mode: ON*
Ya, saya harus memikirkan kira-kira kakak dan adik saya mau dimasakin ini apa engga ya? Atau misalnya ketika saya ingin membeli selai blueberry (i love blueberry flavour!) , saya harus memikirkan apakah kakak-adik saya suka juga, atau apakah mereka terbiasa sarapan dengan roti/ quaker oat seperti saya dulu saat masih ngekos (mikirnya sih biar gampang dan praktis sarapan dengan itu, EH TAUNYA pada ga biasaa. Pada maunya nasi aja, yang artinya saya harus masak pagi-pagi.Huuu :p ).
Mikirin mau masak apa, itu ternyata bikin lieur (pusing) juga.
Apalagi untuk yang belum mahir memasak seperti saya, jadi kurang banyak referensi.
Pantes Ibu saya terkadang mengeluh karena bingung mau masak apa.
Hiks. Sekarang aku merasakannya, mamaah :'(
Paling ngerasa 'gagal' waktu adik saya pulang, dan nasinya belum mateng. Telat masak nasi karena keasikan beberes dapur dan bersihin kamar. Rasanya kok nyediain nasi aja telaaaat. huhuhuhu.
Dan tambah merasa bersalah ketika adik saya itu masak mie goreng sebagai gantinya.
Hiks. Maaf yaa :(
Yang rada kocak sekaligus #jleb , waktu saya bikin nasi goreng smoked-beef, pakai bumbu instan tapi :p
Kakak : Is, ini nasi goreng pake bumbu beli ya?
Saya: *nyengir* iya, kenapa gitu?
Kakak: Pantesan. Canggih amat lw bisa masak begini. Hahaha *tapi tetep dimakan nasgornya.huuu!*
Saya: sendal mana sendal???!! >> pengen nimpuk

Seminggu ini, rasanya cukup kacau balau untuk urusan logistik rumah tangga nih.
*menghela nafas panjang*

AH. Tapi kan ini bisa jadi sarana belajar menjadi ibu rumah tangga nantinyaa! Kyaaa~
*kalo urusan beginian aja, langsung semangat*
FIGHTIIING!

Oh iyaa, besok hari pertama magang di sekolah.
Ga sabarrr tapi deg-deg an juga.
HAAAAAAAAAAAH!! *teriak, buang nervous*
Ya Allah, semoga murid-muridnya menyukaiku dan bisa belajar banyak. aamiiin


Friday, October 12, 2012

Dua Sisi Rel Kereta Api

Hubungan yang baik itu bukan seperti dua sisi rel kereta api. Beriringan tapi tak pernah menemukan titik temu, berdekatan tapi selalu terbentang jarak, dan setiap sisinya harus berada di posisi masing-masing, tidak boleh berdekatan karena akan saling menyakiti.
@rezkiapriliya dalam Dua Karakter

:

Nikmat Iman itu :')

Beberapa hari yang lalu, karena penasaran, saya melihat-lihat sebuah grup di Facebook yang isinya pertanyaan dan pernyataan para ateis yang ditujukan kepada teis.
Awalnya, saya sempat ragu untuk membaca postingan2nya.
Khawatir nanti kebawa-bawa jadi ateis.

Setelah dibaca dan dibaca dan dibaca beberapa postingan mereka....
Bener aja.
Saya ga sanggup baca lebih banyak lagi.
Bukan karena takut kebawa-bawa ateis seperti yang saya khawatirkan sebelumnya
Tapi..........
Saya kasian.
Iya, saya kasian sama mereka.
Bertolak belakang dengan nama grup mereka yang mengusung "dialog", bagi saya isi postingan kebanyakan cuma cacian, ejekan dan hujatan pada para teis maupun agama-agama.
Dan argumen-argumen mereka menunjukkan sebegitu tertutupnya mata dan hati mereka.
Bagi saya, ga ada yang lebih mengerikan daripada ditutup mata dan hatinya oleh Allah.
Naudzubillah.

Yang paling saya ingat adalah postingan yang bunyinya mempertanyakan kegunaan naik haji. Katanya naik haji itu buang-buang duit mending dipake buat membangun bangsa (buka usaha, bikin sekolah, dsb).
Haaah, bagaimana bisa, keindahan spiritual yang mungkin akan kita dapatkan dari ibadah-ibadah yang kita jalankan saat berhaji disejajarkan dengan hal-hal seperti itu? Memangnya, siapa yang menyanggupkan kita sehingga kita bisa bertamu ke rumah Allah?
Ah.
Saya lupa.
Saya melupakan perbedaan mendasar antara saya dan mereka : keyakinan.
Yakin bahwa Allah itu ada,  mengatur semuanya, merengkuh kita dalam dekapanNya, menjawab doa-doa kita........
Saya meyakini rukun iman yang enam , meski mungkin belum sempurna, dan mereka tidak.

Pengalaman ini mengingatkan saya akan nikmatNya yang tak tergantikan, yang membuat hidup saya bermakna: nikmat iman. :')
”Sesungguhnya Allah memberikan dunia kepada orang yang Dia cintai dan orang yang tidak dicintai, dan Dia tidak memberikan iman kecuali kepada orang yang Dia cintai.”
(HR al Hakim dari Ibnu Mas’ud).

Allah, terimakasih untuk selalu mencintai saya :')



Thursday, October 11, 2012

Blog dan Pencitraan

selalu suka blogwalking ke @aisyah_ibadi sm si @selfiandriani genuine dan tulus bgt tulisannya, ga tipu tipu pencitraan :p
Ini mention-an dari temen saya di twitter.
Baca ini, jadi mikir setelah cekikikan sebentar.
Emangnya, ada ya yang menggunakan blog untuk pencitraan?
Kecuali dia CaKa BEM dan lain-lainnya itu ya.
Mereka-mereka sih emang perlu, biar jualannya laku :p
IMHO, blog itu dibuat karena (umumnya) motif-motif berikut ini:
1. Sebagai Wadah
Blog dibuat sebagai wadah menampung luapan-luapan emosi dan pikiran yang dirasakan. Kalo bahasa-nya anak psikologi, sarana katarsis mungkin yaa.
2. Berbagi Informasi
3. Tugas Sekolah/ Kuliah (Hahahaha. Eh, ada kaaan yang kayak gini? Hayo ngaku! :p )

Saya pribadi sih lebih ke poin pertama, walau seringkali mampir ke poin kedua dan sekali-sekalinya pernah juga ke poin tiga *Yeee, itu sih semuanya!*
dan mungkin, meski enggan, akan saya tambahkan poin keempat:
4. Pencitraan

Hmmm, saya ga bisa menyalahkan (dan memang ga berhak) mereka-mereka yang mungkin berada di poin keempat.
Cuma heran aja sih, pake topeng melulu, emangnya ga pengap ya? :D

*Btw, emangnya indikator (tulisan) blog yg pencitraan kayak apa? #JustAsk*
Tuesday, October 9, 2012

not just a thing

..... when a thing become something, because its history .....


a rundown......
a hairpin.....

:)




Saturday, October 6, 2012

Rehat



Rehat dari ngerjain verbatim, dengerin Love Me Do - Beatles feat. Baby I'm Yours - Arctic Monkeys.

:)

Love, love me do! You know I love you. I'll always be true!. So pleeeeease, Love me do~

lanjut

Baby, I'm yours (Baby, I'm yours)

And I'll be yours until the sun no longer shines,

Yours, until the poets run out of rhyme

In other words, until the end of time



*nyanyi dalem hati, di samping, di kasur, ponakan lagi tidur soalnyaa. kasiaan lagi batuk-batuk. Cepet sehat yah dedeee*

VERBATIM KERJAKAN DULU SANAH!

*waks,masi 30menitan lagi*
Sunday, September 30, 2012

Passion :)

Melakukan sesuatu yang sangat kita cintai dan minati akan membawa aura positif terhadap diri kita. Kita percaya diri, fokus, dan terlebih lagi, bahagia.

Pandji Pragiwaksono dalam How Passion Makes You Sexy

Bahagia

A: Ada senior menasehati. Katanya sebelum kerja, tanyakan pada diri sendiri: pilih minat atau uang? Karena kalau di bidang pendidikan, penghasilannya tidak sebesar bidang (psikologi) yang lain (HRD salah satunya).

Papah: Yaa, pilih minat aja. Kalau menggeluti pekerjaan yang sesuai minat, tentu lebih bahagia. Hidup ini mencari bahagia, toh?

A: :')

Thanks Papah, untuk selalu menjagaku supaya tetap fokus! Hehehe
Sunday, September 23, 2012

Doa


Allah, jadikan setiap harap agar tak berlebihan, 
agar setiap rasa selalu dalam kadarnya, 
agar tiap cita tetap terbingkai dalam niatnya

via @bigzaman.


ngeliat tweet ini di TL dan ngerasa pas banget sama kondisi sekarang. hehehe. Maaf kak Big, ga ijin copas. Yang penting disebut sumbernya dari siapa kan,ya? hehehe

palsu



Kalau bisa disederhanakan, mengapa harus dibuat jadi rumit?
Kalau apa adanya sudah baik, mengapa masih bertopeng?
Ck.

trust



denger percakapan antara (nampaknya sih) suami-istri ini di angkot:

S (Suami): Nanti kamu turun di perempatan X, ya. Mas lanjut...
I (Istri): Lho? Mas mau kemana emangnya?
S: (diam sejenak) Ke situ..
I:  Iiih, kemana? (sambil mencubit lengan suaminya)
S: (sedikit menghela nafas tak sabar) Kerjaan...
I:  Ha? Kerjaan apa? (nada suara sedikit meninggi)
S: Ya kerjaan lah... Nanti kamu habis dari rumah N mau kemana? (mengalihkan pembicaraan)
I:  (raut muka masih menatap suami penuh tanda tanya) Langsung pulang terus... bla..bla..bla..

Dan si Istri pun berhasil ”dialihkan” oleh si suami.
Ia tidak lagi bertanya kemana suaminya akan pergi dan mau apa.
Secuplik percakapan itu membuat saya berdoa dalam hati,
semoga nanti, suami saya jujur dan percaya sama saya, termasuk mau mengatakan pada istri mau kemana dan akan melakukan apa, terutama soal mencari nafkah.
I think, when we marry someone, we commit that we’ll trust and to be trusted.
We are not only trust on our spouse but also be a spouse who-can-be-trusted.
Because love is a trust and trust needs honesty.


Tulisan ini didasarkan pada tebakan penulis bahwa kedua pasangan itu adalah benar suami-istri dan prasangka penulis bahwa ada ketidakjujuran dari suaminya.
 

Blog Template by BloggerCandy.com