Sunday, January 29, 2012

:'(

tulisan ini udah lama ada di laptop. tepatnya sekitar bulan lalu.


Beberapa hari yang lalu, tanpa sengaja saya membaca dua kalimat yang ditulis oleh anak usia 10 tahun. Bunyinya begini:

Aku adalah X (nama anak itu).
Aku adalah anak yang suka dimarahi mamaku dan papahku

Tanpa bisa saya cegah, air mata ini mengalir begitu saja selesai membacanya.
Sedih sekali rasanya. Rasanya sesak sekali dada ini.
Dari kalimat itu, terasa sekali ungkapan perasaan yang jujur dari seorang anak usia 10 tahun.
Saya tahu tiap orangtua memiliki cara yang berbeda dalam mengungkapkan rasa kasih sayang mereka kepada anaknya.
Termasuk melalui kemarahan yang mungkin sebenarnya merupakan wujud kekhawatiran.
Yang saya takutkan adalah, anak ini salah mempersepsikan kemarahan orangtuanya itu.
Besar kemungkinan ia mengartikan bahwa marah = benci.
Bertanya-tanyakah ia mengapa ia selalu dimarahi?
Apakah saat ini ia sedang bingung mengapa ia selalu dimarahi, ”salah saya apa?” ?
Merasa ’kecil’ kah ia?
Ah, ingin sekali saya memeluk anak itu, erat.
Mengatakan bahwa semua orang di sekelilingnya menyayangi ia.
Memastikan bahwa ia tidak merasa dibenci.
Memikirkan hal ini semua air mata saya malah mengalir semakin deras.
Saya hanya bisa berdoa dari sini, semoga Allah menjaga perasaannya.
Semoga Allah melindunginya.
Semoga anak itu segera merasakan kasih dari orang-orang di sekelilingnya.

0 comments:

Post a Comment

 

Blog Template by BloggerCandy.com