Sunday, August 7, 2011

Magang @ Mandiga #1

Mandiga adalah sebuah nama sekolah khusus bagi anak-anak autis
Alamatnya di Jalan Mulawarman No.3 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
Pertama kali tau bahwa saya ditempatkan magang di sana, saya excited banget.
Yap, saya pribadi memang amat sangat berminat mendalami dunia anak-anak special needs, termasuk autis.

Yang saya ingat, begitu mendengar kabar tersebut, saya langsung googling alamat sekolah itu. Dan dari hasil googling itu, saya menemukan bahwa mandiga itu singkatan dari mandiri dan bahagia. Aww, it really touch my heart :')
Dua kombinasi kata itu - mandiri dan bahagia- terdengar indah banget :)
Terlebih saat magang, saya melihat anak-anak itu nampak mandiri: makan sendiri, meletakkan barang kepunyaan di tempatnya, dll. Mungkin bagi kita, orang dewasa, hal ini terlihat sepele. Namun jika anda sempat membaca mengenai anak berkebutuhan khusus, mereka lebih sulit untuk diajarkan fungsi adaptif (seperti makan, merawat diri: gosok gigi,mandi,dll) dibanding anak-anak pada umumnya).
Dan mereka nampak BAHAGIA

Mungkin saya terlalu cepat mengambil kesimpulan ini, tapi itulah yang saya rasakan dari beberapa hari magang di Mandiga.
Mungkin juga hal ini dikarenakan saya lebih sering mendengar cerita-cerita sedih tentang bagaimana anak berkebutuhan khusus diperlakukan tidak adil oleh lingkungan mereka: diejek, ditertawakan, bahkan ada yang menganggap gila , hanya karena mereka BERBEDA
*Allah, masih membekas dalam benak saya wajah seorang ibu dari anak dengan retardasi mental ringan, berkaca-kaca menceritakan bagaimana anaknya di-bully oleh tetangganya :''(. Itulah sebabnya saya sangat ingin mendalami dunia special needs ini, ingin sekali membuat sekolah untuk mereka, menghapus perilaku-perilaku yang mendiskriminasi anak-anak itu, membuat mereka menjadi anak-anak yang mandiri dan bahagia :)
Tapi di sekolah ini, melihat anak-anak luar biasa ini diperlakukan dengan baik, saya merasa pastilah anak-anak itu merasa bahagia. Setidaknya bertolak belakang dengan cerita-cerita sedih yang sering saya dengar.

Dari hasil ngobrol dengan guru-guru di sana, saya "sedikit" tahu sejarah anak-anak di sekolah itu. Ada yang dulu, ketika pertama kali datang sama sekali penyendiri, menangis di pojokan, tantrum sampai membuka pakaiannya sendiri. Sekarang? wah, mereka sudah bisa berkomunikasi dengan cukup baik, meski terkadang pelafalannya kurang jelas. Ada yang sudah bersekolah di sekolah biasa. Saya yang mendengar dan melihat kenyataannya saja merasa bahagia, apalagi para guru yang sejak dahulu membimbing siswa/i itu sampai sekarang ya? pasti amat sangat bahagia melihat anak didiknya mengalami perkembangan yang baik :D

Anak-anak di Mandiga, kehadirannya bagaikan "tonik" di tengah-tengah pekerjaan administratif yang "cukup" membuat saya nguap berkali-kali (kecuali saat menjahit alat peraga dari kain flanel.hehehehe)
Sungguh, tingkah laku mereka lucu-lucu dan bikin meltiiing :D :D
Mau tau seperti apa mereka dan tingkah laku "ajaib" mereka? tunggu ya di:
Magang @ Mandiga #2.hehehe

0 comments:

Post a Comment

 

Blog Template by BloggerCandy.com