Jengah rasanya ketika diskusi yang seharusnya dua arah, dimana masing-masing pihak seharusnya memberikan umpan balik, menjadi satu arah.
Seperti memberikan perintah dan perintah, diterima begitu saja.
Lebih capek menghadapi yg seperti ini ternyata.
Fiuuuh~ *usap jidat yang ga keringetan*
Sungguh, "orang yang paling aku sukai adalah dia yang menunjukkan kesalahanku*".
Because your feedback really means to me, dear.
*) a quote from Khalifah Umar
Sunday, January 13, 2013
Sunday, January 6, 2013
ih wooow!
Saat melangkahkan kaki di bagian alat tulis, saya langsung jatuh cinta dengan alat gambar ini:
| |||
| connector pens from faber-castell |
![]() |
| pens with its connector clips! :) |
![]() | |
| connector clips juga bikin pens nya ga berceceran :D |
![]() | ||
| contoh kreasi dari connector pens :) |
![]() |
| corat-coret pertama: monthly schedule! :D |
Wihiiiii~ Semangat corat-coret aisyah ibadi! :)
Labels:
islam :'')
Thursday, January 3, 2013
:)
Beberapa kali melanglang buana di social media, saya menemukan tulisan ini. Biasanya teman mengcopy-paste dari temannya, dan di co-pas lagi, lagi dan lagi. Dan sampai saat ini saya belum punya waktu untuk mencari sumber utama (baca: males :p ). Meskipun kuat dugaan saya bahwa ini adalah cuplikan dari biografi salah satu tokoh besar di Indonesia. Namun, terlepas dari apakah benar ini dikatakan oleh yang disebutkan dalam tulisan berikut, toh tulisan ini cukup menggugah :) Berikut co-pas dari co-pas teman saya :p
Dan memang benar kan? Sebab masa kanak-kanak tidak akan terulang :'')
Semoga jika saya diberi kesempatan menjadi Ibu nantinya, saya bisa optimal mengurus dan mengamati tumbuh kembang anak saya. Harus!
Ibu Ainun (istrinya) Habibie :
“Mengapa saya tidak bekerja?
Bukankah saya dokter? Memang.
Dan sangat mungkin saya bekerja waktu itu.
Namun saya pikir : buat apa uang tambahan dan kepuasan batin yg barangkali cukup banyak itu jika akhirnya diberikan pada seorang perawat pengasuh anak bergaji tinggi dengan resiko kami kehilangan kedekatan pada anak sendiri?
Apa artinya tambahan uang dan kepuasan profesional jika akhirnya anak saya tidak dapat saya timang sendiri, saya bentuk pribadinya sendiri?
Anak saya akan tidak memiliki ibu. Seimbangkah anak kehilangan ibu bapak, seimbangkah orang tua kehilangan anak, dengan uang dan kepuasan pribadi tambahan karena bekerja?
Itulah sebabnya saya memutuskan menerima hidup pas-pasan. Bertahun- tahun kami bertiga hidup begitu.
Jangan biarkan anak-anak mu hanya bersama pengasuh mereka.
Bagaimana bila dibantu pengasuhan dengan kakek neneknya?
Sudah cukup rasanya membebani orangtua dengan mengurus kita sejak lahir sampai berumah tangga.
Kapan lagi kita mau memberikan kesempatan kepada orangtua untuk penuh beribadah sepanjang waktu di hari tuanya.
Mudah-mudahan ini bisa jadi penyemangat dan jawaban utk ibu-ibu berijazah yang rela berkorban demi keluarga & anak-anaknya.
Karena ingin Rumah Tangganya tetap terjaga & anak2 bisa tumbuh dgn penuh perhatian, tidak hanya dalam hal akademik, tapi juga utk mendidik agamanya, karena itulah sejatinya peran orangtua.
Belajar dari kesuksesan orang-orang hebat, selalu ada pengorbanan dari orang-orang yang berada di belakangnya, yang mungkin namanya tidak pernah tertulis dalam sejarah.
Berbanggalah Engkau sang Ibu Rumah Tangga, karena itulah pekerjaan seorang wanita yg paling mulia.."
“Mengapa saya tidak bekerja?
Bukankah saya dokter? Memang.
Dan sangat mungkin saya bekerja waktu itu.
Namun saya pikir : buat apa uang tambahan dan kepuasan batin yg barangkali cukup banyak itu jika akhirnya diberikan pada seorang perawat pengasuh anak bergaji tinggi dengan resiko kami kehilangan kedekatan pada anak sendiri?
Apa artinya tambahan uang dan kepuasan profesional jika akhirnya anak saya tidak dapat saya timang sendiri, saya bentuk pribadinya sendiri?
Anak saya akan tidak memiliki ibu. Seimbangkah anak kehilangan ibu bapak, seimbangkah orang tua kehilangan anak, dengan uang dan kepuasan pribadi tambahan karena bekerja?
Itulah sebabnya saya memutuskan menerima hidup pas-pasan. Bertahun- tahun kami bertiga hidup begitu.
Jangan biarkan anak-anak mu hanya bersama pengasuh mereka.
Bagaimana bila dibantu pengasuhan dengan kakek neneknya?
Sudah cukup rasanya membebani orangtua dengan mengurus kita sejak lahir sampai berumah tangga.
Kapan lagi kita mau memberikan kesempatan kepada orangtua untuk penuh beribadah sepanjang waktu di hari tuanya.
Mudah-mudahan ini bisa jadi penyemangat dan jawaban utk ibu-ibu berijazah yang rela berkorban demi keluarga & anak-anaknya.
Karena ingin Rumah Tangganya tetap terjaga & anak2 bisa tumbuh dgn penuh perhatian, tidak hanya dalam hal akademik, tapi juga utk mendidik agamanya, karena itulah sejatinya peran orangtua.
Belajar dari kesuksesan orang-orang hebat, selalu ada pengorbanan dari orang-orang yang berada di belakangnya, yang mungkin namanya tidak pernah tertulis dalam sejarah.
Berbanggalah Engkau sang Ibu Rumah Tangga, karena itulah pekerjaan seorang wanita yg paling mulia.."
Dan memang benar kan? Sebab masa kanak-kanak tidak akan terulang :'')
Semoga jika saya diberi kesempatan menjadi Ibu nantinya, saya bisa optimal mengurus dan mengamati tumbuh kembang anak saya. Harus!
Tuesday, January 1, 2013
a special one
Rasanya sebel ya begitu tau ternyata laki-laki yang (nampak) PDKT sama kita, ternyata melakukan hal yang sama dengan perempuan yang lain.
Singkat kata: tebar pesona.
Meskipun kalau saya mau mencoba objektif, mungkin itu adalah ikhtiar dari si lelaki dalam mencari pasangan.
Menebar umpan sebanyak mungkin, sehingga probabilitas mendapat ikan semakin besar.
Tapi, hey, ini bukan memancing, masbro~
Seekor ikan pun, yang sudah terpaut kail namun dilepas kembali (karena mungkin ada ikan lain yang didapat, dianggap lebih bagus), akan punya bekas luka dari kail itu.
Iya kan?
Huh.
Kuberitahu satu hal, kawan.
Most of woman wanna be a special one.
(Ah, sotoy!)
Ga percaya? Bukankah kebanyakan perempuan ga rela dimadu? :p :p
*terinspirasi dari curhatan teman-teman perempuan dan (ehem) pengalaman pribadi
Singkat kata: tebar pesona.
Meskipun kalau saya mau mencoba objektif, mungkin itu adalah ikhtiar dari si lelaki dalam mencari pasangan.
Menebar umpan sebanyak mungkin, sehingga probabilitas mendapat ikan semakin besar.
Tapi, hey, ini bukan memancing, masbro~
Seekor ikan pun, yang sudah terpaut kail namun dilepas kembali (karena mungkin ada ikan lain yang didapat, dianggap lebih bagus), akan punya bekas luka dari kail itu.
Iya kan?
Huh.
Kuberitahu satu hal, kawan.
Most of woman wanna be a special one.
(Ah, sotoy!)
Ga percaya? Bukankah kebanyakan perempuan ga rela dimadu? :p :p
*terinspirasi dari curhatan teman-teman perempuan dan (ehem) pengalaman pribadi
untitled
Tanpa disadari, kebenaran-kebenaran yang dicari adalah pembenaran akan kebenaran (yang diyakini) kita sendiri.
semoga kita didekatkan dengan kebenaran yang bersumber dariNya. Aamiin
Subscribe to:
Posts (Atom)





