Showing posts with label islam :''). Show all posts
Showing posts with label islam :''). Show all posts
Sunday, January 27, 2013

Tarbiyah An Nisa: Kepemimpinan Rasulullah #3


Materi kali ini masih menyangkut perempuan, yakni masalah shaum. Salah satunya membahas hal-hal yang membatalkan shaum yang di antaranya adalah bersetubuh dengan suami di siang hari. Khusus untuk bersetubuh, ada konsekuensi yang menurut saya cukup berat, yang harus ditanggung oleh suami: memerdekakan seorang hamba sahaya (which is ga ada lagi di jaman sekarang) / puasa dua bulan berturut-turut / memberi makan 60 orang miskin. Haditsnya sbb :

Seorang lelaki datang kepada Rasulullah, lalu berkata,
L : Saya telah binasa ya Rasulullah.
R: Apa yang membinasakanmu?
L: Saya telah setubuhi istri saya di bulan Ramadhan
R: Apakah kamu mampu memerdekakan seorang hamba?
L: Tidak!
R: Kuatkah engkau shaum dua bulan berturut-turut?
L: Tidak!
R: Mampukah engkau memberi makan 60 (orang) miskin?
L: Tidak!
Lantas Nabi SAW membawa wadah yang berisi kurma, maka sabdanya:
R: Sedekahkan ini.
L: Apakah kepada orang yang lebih miskin daripada kami? Karena tidak ada di antara dua batu hitamnya (penghuni rumah) penduduk rumah yang lebih perlu kepadanya daripada kami.
 Lalu Nabi SAW tertawa hingga kelihatan gigi-gigi serinya kemudian ia bersabda: “Pergilah dan berilah makan ahlimu”

*Dari Abu Hurairah r.a., H.R Imam yang Enam (Bukhari, Muslim, Abu Daud, Ibnu Majah, Tirmidzi, Nasa’i).

Jadi, karena si lelaki itu amat miskin, kurma yang seharusnya ia bagikan kepada 60 orang miskin, diberikan kepadanya oleh Rasulullah. Saya jadi ikutan tertawa. Lucu, ini orang membayar kifarat** kepada dirinya sendiri :D

** "kifarat artinya denda yang wajib ditunaikan yang disebabkan oleh suatu perbuatan dosa, yang bertujuan menutup dosa tersebut sehingga tidak ada lagi pengaruh dosa yang diperbuat tersebut, baik di dunia maupun di akhirat" (dikutip dari sini )

Dari hadits ini tercermin sifat Rasulullah sebagai pemimpin yang bertanggungjwab, berusaha menyelamatkan umatnya dari api neraka dan pemimpin yang penuh kasih sayang. Mungkin kalau orang biasa akan menghardik si lelaki itu begini: “Kamu, udah tau miskin ga bisa bayar kifarat, ga sanggup puasa dua bulan, ga bisa nahan hawa nafsu pula!” atau kesal atau mungkin masa bodo. Salahnya lelaki itu sendiri kan tidak bisa menahan hawa nafsu. Tapi Rasul tidak demikian. Malahan beliau membantu lelaki itu untuk menebus kesalahannya dengan menyedekahkan kurmanya agar si lelaki bisa memberi makan 60 orang miskin :) meski ujung-ujungnya kurmanya buat dia sendiri x))

Berdoalah dalam Diam

Abu Darda' r.a. telah mendengar Rasulullah SAW bersabda, "Orang muslim yang mendoakan temannya tanpa diketahui temannya, maka ia disambut oleh malaikat: Dan untukmu juga seperti itu."  H.R. Muslim
Saturday, January 26, 2013

Tarbiyah An Nisa : Penjagaan Allah #2


Penjagaan Allah terhadap hamba-hambaNya agar jauh dari maksiat, sesungguhnya terkandung dalam setiap syariat yang ditetapkan. Begitupun dengan hadits berikut:

Dari Sahl r.a., ia berkata:
 “Adalah para lelaki shalat berjama’ah dengan Nabi SAW, mereka mengikatkan sarung-sarung mereka di atas pundak-pundak (leher-leher) mereka seperti kebiasaan anak kecil, maka dikatakan kepada para wanita janganlah kalian mengangkat kepala sehingga kaum lelaki tegak duduk.” 
(H.R. Bukhari)

Jadi, waktu dulu itu antara jamaah perempuan dan laki-laki belum dibatasi oleh hijab. Antara shaf laki-laki dan perempuan hanya diberi jarak sekitar satu shaf. Oleh karena itu, untuk menjaga pandangan, selain jamaah laki-laki ditempatkan di depan jamaah perempuan (kalau menurut keterangan Ustadz, lelaki pembawaan kepalanya tegak, beda dengan perempuan yang pembawaan kepalanya merunduk), perempuan diminta untuk menundukkan kepalanya hingga jamaah laki-laki duduk. Khawatir jika tidak demikian, yang terbayang saat shalat wajah si lelaki yang ia lihat. Kalau lelaki sudah duduk, paling engga yang terlihat kan pungunggnya aja tuh. Mau dibayangin juga susah, wong semua punggung ya gitu-gitu aja tampilannya kan :p

Ah, dulu saya pernah. Ketika mau sholat, mau takbiratul ihram, ga sengaja melihat seorang ikhwan yang entah mengapa seperti ingin keluar masjid. Waktu itu kain hijab-nya belum tertutup benar. Berhubung wajahnya saya kenal, alhasil wajahnya terbayang sepanjang rakaat pertama. Huuu~ 

Tapi alhamdulillah yah, sekarang di masjid-masjid sudah ada hijabnya. Meski ada beberapa juga yang hijabnya tidak menutup pandangan ke jemaah laki-laki -___- merusak konsentrasi dalam beribadah (kalo gini yang salah siapa ya?hahaha *toyor diri sendiri* )

Penjagaan Allah juga tampak dalam dua hadits berikut:

Dari Abu Hurairah r.a. bahwa Nabi SAW telah bersabda: 
“Janganlah kalian melarang hamba perempuan Allah untuk pergi ke masjid Allah, dan hendaklah mereka keluar dengan tidak memakai bau-bauan/ wangi-wangian” (H. R. Ahmad)

Dari Abi Hurairah r.a., Ia berkata, Rasulullah SAW bersabda: 
“Membaca tasbih itu bagi laki-laki dan tepuk tangan bagi perempuan” 
(H.R. Bukhari Muslim).
Maksudnya ini dalam konteks mengingatkan imam yang lupa ketika sholat berjamaah.

Perempuan tidak  boleh memakai wangi-wangian saat keluar rumah dan bertepuk tangan saat mengingatkan imam (tidak mengeluarkan suara), sebab wangi dan suara perempuan dikhawatirkan mengundang hal-hal yang tidak diinginkan (tentunya terkait dengan laki-laki).

Subhanallah. Allah begitu menjaga kita ya :')
dan sudahkah kita "menjaga" Allah (agar selalu di hati) ? :p #ntms

Tarbiyah An Nisa* #1


Dari Ibnu ‘Umar, dari Nabi SAW, Ia berkata:
“Apabila wanita-wanita kalian minta izin di waktu malam untuk pergi ke masjid, maka izinkanlah mereka”
(H.R. Jama’ah kecuali Ibnu Majah)

Hadits tersebut secara tidak langsung mengatakan bahwa untuk ke masjid saja seorang istri harus meminta izin kepada suaminya. Pergi ke masjid, yang notabene untuk beribadah, harus melalui izin suami. Apalagi bila tujuannya selain masjid. Kesimpulannya, seorang istri jika hendak bepergian (keluar rumah), harus minta izin kepada suami.

Sekilas nampak merepotkan ya? Tapi sebenarnya, perempuan harus memaklumi ‘aturan’ ini sebab seorang suami bertanggungjawab atas istrinya.

Bisa di-googling mengenai kewajiban-kewajiban suami terhadap istri menurut Islam. Dan, masya Allah, beraaaat -__- (bisa cek di http://muslim.or.id/keluarga/kewajiban-suami-1.html lanjut ke part 2 dan 3 nya yaa :p ).

Ya, kalo dipikir-pikir,  seorang istri akan membantu suaminya dalam menunaikan kewajibannya itu, dengan (salah satunya) meminta izin setiap kali akan keluar rumah. Membantu orang yang dicintai dalam kebaikan, tentu tidak berat bukaaan?  << ciee, belom nikah padahal

*Sebuah buku yang disusun oleh Ust. Aceng Zakariya
Wednesday, January 16, 2013

:D


Sebab tugas kita hanya meminta, bukan mengatur jalan cerita atas datangnya permintaan. Percayalah, jalan cerita Allah selalu lebih menarik.
Fina Febriani, 2013

Serasa ditujukan buat gue nih #GR
Sunday, January 6, 2013

ih wooow!

Weekend kali ini saya menyempatkan ke toko buku TM di Depok Town Square.
Saat melangkahkan kaki di bagian alat tulis, saya langsung jatuh cinta dengan alat gambar ini:
 
connector pens from faber-castell
Selain karena warnanya yang bikin happy pas ngeliatnya, case-nya si pens ini berguna loh, bahkan kalau tinta-nya udah abis. Bisa dipakai untuk berkreasi, macam kita main lego karena ada connector clips-nya.
pens with its connector clips! :)

connector clips juga bikin pens nya ga berceceran :D
contoh kreasi dari connector pens :)

Keren kaan? Saya beli sketchbook-nya juga :D :D :D



corat-coret pertama: monthly schedule! :D


Wihiiiii~ Semangat corat-coret aisyah ibadi! :)

Friday, December 21, 2012

Doa

Doa itu memiliki pilar, sayap, musabab, dan waktu.
Bila sesuai pilarnya akan menguat, bila sesuai sayapnya akan terbang ke langit, bila sesuai waktunya akan beruntung, bila sesuai dengan musababnya maka akan berhasil.
Adapun pilarnya adalah hadirnya hati secara lembut, khusyu' dan pasrah kepada Allah.
Sayapnya adalah jujur.
Waktunya adalah waktu sahur.
Dan, musababnya adalah membaca shalawat serta salam kepada Rasulullah SAW
Ibnu Atha'
(dikutip dari Majalah Tarbawi Edisi 283)

alhamdulillaah, ga sengaja baca Tarbawi yang 'nemu' di antara tumpukan koran :')
*jadi evaluasi doa-doa selama ini* 
Sunday, December 9, 2012

Repost: Beda Pendapat dan Budi Pekerti

tulisan ini baru saya sadari keberadaannya di kalender islami yang ada di rumah :p
semoga bermanfaat :)

Seringkali kita dibuat resah, terombang-ambing di dalam meyakini sebuah kebenaran di dalam tata cara beribadah, "Saya mau pake cara yang mana? Saya ini mau ikut ustadz yang mana, sih?". Masing-masing kelompok, atau masing-masing ustadz merasa pendapatnyalah yang benar, di luar golongannya dianggap salah. Lalu apa yang harus kita lakukan saat harus menghadapi kondisi seperti ini?
Perlu dicamkan bahwa segala aturan ibadah haruslah berdasarkan apa yang dicontohkan Rasulullah. Oleh karenanya, yang harus kita lakukan adalah:
1. Bersikap netral dulu, tidak memihak pada salah satu pendapat
2. Mintalah dalil dari Al-Qur'an dan Hadits yang kuat dari masing-masing ustadz yang berbeda pendapat tersebut, lalu Bismillah, pilihlah dalil mana yang lebih kita percayai dari para ustadz tersebut
3. Setelah memilih, janganlah menyalahkan keterangan ustadz yang tidak kita pilih, karena bukan hak kita untuk memvonis perihal salah benarnya sebuah persoalan. Apalagi kita hanya sekedar pengikut yang minim keilmuannya.

Terakhir dan yang paling penting, marilah kita saling menjaga perasaan dari saudara-saudara kita yang berbeda pengamalan ibadahnya dengan budi pekerti yang tinggi; saling menghormati, menyayangi dan mari saling bersilaturahim.Niscaya walaupun kita berbeda pengamalan ibadah, namun perbedaan kita bagaikan warna-warni pelangi dimana meskipun berbeda warna akan tetapi tidak memperburuk pergaulan dalam masyarakat. Bahkan menambah kecantikan seperti indahnya pelangi

Monday, December 3, 2012

Yakin?

mencoba mengeluarkan isi hati karena tontonan tadi pagi

Pagi tadi, setelah shalat subuh, saya dan sohib saya, Aisha Salsabila a.k.a Ai, menonton Acara Ustadz Yusuf Mansyur di ANTV.
Isi acaranya sendiri menampilkan Ustadz YM yang menceritakan kisah-kisah nyata bagaimana janji Allah terbukti, mengembalikan uang yang kita sedekahkan sebanyak 10 kali lipat (Q.S. 6: 160).
Dari cerita-cerita itu, Ust. YM menekankan pentingnya keyakinan bahwa apa-apa yang kita sedekahkan akan dibalas oleh Allah 10 kali lipat. Itupun jumlah minimal, jadi bisa lebih dari 10 kali lipat.
Punya utang 3000.000, misalnya. Ya keluarkan aja sedekah 300.000, nanti Allah akan balas dengan 3000.000.
Mau kaya? Ya sedekah aja. Sedekah sama sekali tidak mengurangi harta, malah sebaliknya, karena toh Allah akan melipatgandakannya (Teori Matematika Sedekah ala Ust. YM).
Inilah yang harus kita yakini dan ini pula menurut kami (saya dan Ai) yang menjadi masalahnya.
Kami merasa untuk meyakini hal itu tidaklah mudah.
Kami sependapat, bahwa keragu-raguan kami disebabkan 'terlalu banyak mikir'.
Maksudnya, ketika kita mengeluarkan sedekah, kita lalu berpikir  Bagaimana caranya akan kembali sepuluh kali lipat? Bagaimana bisa sedangkan saya cuma bla..bla..bla..bla dan sederet pikiran-pikiran lain.
Hmm, padahal kalo dari cerita-ceritanya Ust. YM, cara-cara Allah mengembalikan uang yang disedekahkan itu tak terduga, 'ajaib'. Tak terjangkau oleh akal kita.
Jadi?
Jadi saya sama Ai sama-sama dihantui (duile bahasanyee) satu pertanyaan: "Gimana caranya supaya yakin, seyakin-yakinnya, sama Allah?"
Kami belajar rukun iman yang enam dimana salah satunya adalah iman kepada Allah. Tapi kalau mau evaluasi diri, alangkah galaunyaa kami iniii (Ai: Kami? Lw aja kali aiiis!)
Ya galau karir, rejeki, dan.....jodoh. Jeng jeeeng!
Ai bilang, padahal kalau kitanya benar-benar beriman kepada Allah, mungkin ga akan galau sebab yakin bahwa semua akan diatur oleh Allah.
Hmm. Hmm. Hmm *ngangguk-ngangguk mengiyakan*
Selesai acara Ust. YM itu kamipun makan saltcheese sandwich. Enak loh *sampah lu, iis*

Terus akhirnya gantung, soalnya yang nulis juga masih mikir soal ini.Hehehe.
Mariii, sama-sama berusaha dan belajar menyempurnakan iman :)
Btw, yakin dan percaya itu berbeda. Perbedaan antara keduanya dijelaskan dengan baik di postingan ini: Yakin atau Percaya 

Friday, October 12, 2012

Nikmat Iman itu :')

Beberapa hari yang lalu, karena penasaran, saya melihat-lihat sebuah grup di Facebook yang isinya pertanyaan dan pernyataan para ateis yang ditujukan kepada teis.
Awalnya, saya sempat ragu untuk membaca postingan2nya.
Khawatir nanti kebawa-bawa jadi ateis.

Setelah dibaca dan dibaca dan dibaca beberapa postingan mereka....
Bener aja.
Saya ga sanggup baca lebih banyak lagi.
Bukan karena takut kebawa-bawa ateis seperti yang saya khawatirkan sebelumnya
Tapi..........
Saya kasian.
Iya, saya kasian sama mereka.
Bertolak belakang dengan nama grup mereka yang mengusung "dialog", bagi saya isi postingan kebanyakan cuma cacian, ejekan dan hujatan pada para teis maupun agama-agama.
Dan argumen-argumen mereka menunjukkan sebegitu tertutupnya mata dan hati mereka.
Bagi saya, ga ada yang lebih mengerikan daripada ditutup mata dan hatinya oleh Allah.
Naudzubillah.

Yang paling saya ingat adalah postingan yang bunyinya mempertanyakan kegunaan naik haji. Katanya naik haji itu buang-buang duit mending dipake buat membangun bangsa (buka usaha, bikin sekolah, dsb).
Haaah, bagaimana bisa, keindahan spiritual yang mungkin akan kita dapatkan dari ibadah-ibadah yang kita jalankan saat berhaji disejajarkan dengan hal-hal seperti itu? Memangnya, siapa yang menyanggupkan kita sehingga kita bisa bertamu ke rumah Allah?
Ah.
Saya lupa.
Saya melupakan perbedaan mendasar antara saya dan mereka : keyakinan.
Yakin bahwa Allah itu ada,  mengatur semuanya, merengkuh kita dalam dekapanNya, menjawab doa-doa kita........
Saya meyakini rukun iman yang enam , meski mungkin belum sempurna, dan mereka tidak.

Pengalaman ini mengingatkan saya akan nikmatNya yang tak tergantikan, yang membuat hidup saya bermakna: nikmat iman. :')
”Sesungguhnya Allah memberikan dunia kepada orang yang Dia cintai dan orang yang tidak dicintai, dan Dia tidak memberikan iman kecuali kepada orang yang Dia cintai.”
(HR al Hakim dari Ibnu Mas’ud).

Allah, terimakasih untuk selalu mencintai saya :')



Wednesday, August 22, 2012

cuma sekali

Hidup ini cuma sekali. Jadi, beragama harus benar-benar karena tidak akan ada hidup yang kedua untuk memperbaikinya.
Papah :')
Tuesday, August 7, 2012

Repost: Tips Khusyu’ dalam Shalat



Seiring dengan banyaknya kesibukan duniawi, khusyu’ dalam shalat menjadi sesuatu yang amat sulit dicapai. Padahal shalat adalah induknya seluruh ibadah, yang bila ia baik maka baiklah ibadah-ibadah lainnya. Namun bila ia rusak karena tidak khusyu’ umpamanya, maka ibadah-ibadah lainnya akan terpengaruh. Berikut ini adalah tips sederhana yang insya Allah dapat membantu anda untuk khusyu’ dalam shalat. Akan tetapi kuncinya ialah konsentrasi, konsentrasi, dan konsentrasi. Tips ini takkan berguna jika sedari awal anda tidak konsentrasi pada shalat.
Karenanya, usahakan agar sebelum shalat anda dalam kondisi tenang. Lebih baik jika Anda telah berada di mesjid atau mushalla anda sebelum adzan berkumandang, agar memiliki waktu luang untuk konsentrasi dan menenangkan pikiran, baru kemudian ikuti tips di bawah.
Tahukah Anda, bahwa setiap gerakan dan ucapan dalam shalat memiliki makna dan jawaban tertentu?
Tidak tahu? Kalau begitu perhatikan tips berikut dengan baik.
Melepas alas kaki: lepaslah dunia beserta alas kaki anda.
Ucapan Allahu Akbar: Tidak ada yang lebih besar dari Allah, camkan itu!
Mengangkat kedua tangan: lemparkan segala urusan dunia ke belakang.
Berdiri: ketahuilah, bahwa Anda sedang berdiri menghadap Allah.
Tangan kanan di atas tangan kiri: Berlaku sopanlah di hadapan Allah.
Al Fatihah: Abu Hurairah meriwayatkan dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa Allah mengatakan: Aku membagi shalat untuk-Ku dan hamba-Ku dalam dua bagian, dan hamba-Ku akan mendapat apa yang dimintanya. Jika hamba-Ku mengucapkan: Alhamdulillahi rabbil ‘alamien (segala puji bagi Allah penguasa jagat raya), Ku-jawab: “hamidani ‘abdi” (hamba-Ku memuji-Ku).
Jika hamba-Ku megatakan: “Arrahmanirrahim” (Yang Maha pengasih lagi penyayang), Ku-jawab: “Atsna ‘alayya ‘abdi” (hamba-Ku memujiku lagi).
Jika hamba-Ku mengatakan: “Maaliki yaumiddien” (Penguasa di hari pembalasan), Ku-jawab: “Majjadani ‘abdi” (hamba-Ku menyanjung-Ku).
Jika hamba-Ku mengatakan: “Iyyaka na’budu wa iyyaaka nasta’ien” (hanya kepada-Mu kami menyembah, dan hanya kepada-Mu kami meminta tolong). Ku-jawab: Inilah batas antara Aku dan hamba-Ku, dan baginya apa yang dia minta…
Jika hamba-Ku mengatakan: “Ihdinassiraatal mustaqiem… dst” (tunjukkanlah kami jalan yang lurus, yaitu jalannya orang-orang yang telah Engkau beri nikmat. Bukan jalan orang-orang yang Kau murkai dan bukan jalan orang-orang yang sesat), Ku-jawab: Inilah bagian hamba-Ku, dan baginya apa yang dia minta (HR. Muslim).
Mulai sekarang, biasakan tiap kali membaca Al Fatihah bersikaplah seakan Anda mendengar jawaban Allah pada tiap ayatnya.
Ruku’: Bungkukkan punggung Anda untuk Allah saja, dan tundukkan hati Anda bersamanya.
Berdiri dari ruku’: Segala puji bagi Allah yang menjadikan punggung Anda tegak kembali.
Sujud: letakkan bagian tubuh Anda yang paling terhormat –yaitu wajah- pada tempat yang paling rendah di bumi –yaitu tanah-. Ingatlah bahwa Anda berasal darinya, dan Anda akan kembali ke sana. Lalu katakan “Subhaana Rabbiyal a’la” (Maha Suci Rabb-ku yang Maha Tinggi) 3x, agar makna tersebut semakin meresap dalam hati, lalu berdoalah sesuka Anda.
Duduk lalu sujud yang kedua: bersimpuhlah di hadapan Allah, dan sujudlah kembali, sebab sujud tidak cukup hanya sekali !
Tasyahhud: Attahiyyaatu lillaah wasshalawaatu wat thayyibaat (Salam sejahtera, shalawat, dan segala yang baik adalah milik Allah)… rasakan keagungan Allah ketika itu !
Assalaamu ‘alaika Ayyuhannabiyyu (salam sejahtera atasmu wahai Nabi)… ucapkan salam atas Nabi dan yakinlah bahwa Nabi membalas salam Anda. Nabi bersabda:
ما من عبد يصلى ويسلم علي إلا رد الله علي روحي فارد السلام
“Tidak ada seorang hamba pun yang mengucapkan salam dan shalawat atasku, melainkan Allah kembalikan ruhku agar aku membalas salamnya”.
‘Assalaamu ‘alaina wa ‘ala ‘ibaadillaahisshaalihien (Salam sejahtera atas kami dan atas hamba-hamba Allah yang shalih)… sekarang kedudukanmu mulai terangkat, salamilah dirimu dan kau perlu bersahabat dengan orang-orang shalih.
‘Asyhadu allaa ilaaha illallaah’ (Aku bersaksi bahwa tiada ilah selain Allah)…yakinlah bahwa Allah ada meski engkau tak melihat-Nya.
Allahumma Shalli ‘ala Muhammad wa ‘ala aali Muhammad kamaa shallaita ‘ala Ibrahim wa ‘ala aali Ibrahim (Ya Allah limpahkanlah shalawat atas Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Kau limpahkan atas Ibrahim dan keluarga Ibrahim)…Teladanilah kedua Nabi yang mulia ini, karena keduanyalah suri teladan terbaik. Dan berterima kasihlah kepada mereka yang telah mengajarkan kebaikan untukmu, dengan mendoakan mereka dalam shalatmu.
Salam ke kanan: tujukan kepada malaikat pencatat kebaikan…
Salam ke kiri: ucapkan dalam hati “Hai Malaikat di sebelah kiri, aku telah bertaubat !”.

— Penutup Shalat —
Istighfar 3x: Aku mohon ampun atas segala kekurangan yang terjadi dalam shalatku.
Bacalah: ‘Allahumma antassalaam waminkassalaam tabaarakta yaa dzal jalaali wal ikraam’ (Ya Allah, engkaulah As Salaam, dan dari-Mu lah keselamatan. Maha berkah Engkau wahai Yang memiliki segala kemuliaan)… ingatlah bahwa kalimat ini akan Anda ucapkan kepada Allah di Surga, tatkala Dia menyingkap tabir-Nya… Allah akan menyeru Anda dengan mengatakan: “Wahai Ahli Surga, Salaamun ‘alaikum”, maka mereka menjawab: “Allahumma antas salaam, wa minkas salaam, tabaarakta yaa dzal jalaali wal ikraam”.
Lalu bacalah: “Allahumma a’inni ‘ala dzikrika wa syukrika wa husni ‘ibaadatik” (Ya Allah, bantulah aku untuk mengingat-Mu, mensyukuri-Mu, dan beribadah dengan baik kepada-Mu)…agar shalat anda yang berikutnya juga sempurna.
Cobalah tips di atas, dan buktikan kemanjurannya karena saya sendiri telah mencobanya ! Semoga bermanfaat.
—

 

Blog Template by BloggerCandy.com