Showing posts with label renungan. Show all posts
Showing posts with label renungan. Show all posts
Tuesday, January 1, 2013

untitled

Tanpa disadari, kebenaran-kebenaran yang dicari adalah pembenaran akan kebenaran (yang diyakini) kita sendiri.

semoga kita didekatkan dengan kebenaran yang bersumber dariNya. Aamiin
Monday, December 3, 2012

Yakin?

mencoba mengeluarkan isi hati karena tontonan tadi pagi

Pagi tadi, setelah shalat subuh, saya dan sohib saya, Aisha Salsabila a.k.a Ai, menonton Acara Ustadz Yusuf Mansyur di ANTV.
Isi acaranya sendiri menampilkan Ustadz YM yang menceritakan kisah-kisah nyata bagaimana janji Allah terbukti, mengembalikan uang yang kita sedekahkan sebanyak 10 kali lipat (Q.S. 6: 160).
Dari cerita-cerita itu, Ust. YM menekankan pentingnya keyakinan bahwa apa-apa yang kita sedekahkan akan dibalas oleh Allah 10 kali lipat. Itupun jumlah minimal, jadi bisa lebih dari 10 kali lipat.
Punya utang 3000.000, misalnya. Ya keluarkan aja sedekah 300.000, nanti Allah akan balas dengan 3000.000.
Mau kaya? Ya sedekah aja. Sedekah sama sekali tidak mengurangi harta, malah sebaliknya, karena toh Allah akan melipatgandakannya (Teori Matematika Sedekah ala Ust. YM).
Inilah yang harus kita yakini dan ini pula menurut kami (saya dan Ai) yang menjadi masalahnya.
Kami merasa untuk meyakini hal itu tidaklah mudah.
Kami sependapat, bahwa keragu-raguan kami disebabkan 'terlalu banyak mikir'.
Maksudnya, ketika kita mengeluarkan sedekah, kita lalu berpikir  Bagaimana caranya akan kembali sepuluh kali lipat? Bagaimana bisa sedangkan saya cuma bla..bla..bla..bla dan sederet pikiran-pikiran lain.
Hmm, padahal kalo dari cerita-ceritanya Ust. YM, cara-cara Allah mengembalikan uang yang disedekahkan itu tak terduga, 'ajaib'. Tak terjangkau oleh akal kita.
Jadi?
Jadi saya sama Ai sama-sama dihantui (duile bahasanyee) satu pertanyaan: "Gimana caranya supaya yakin, seyakin-yakinnya, sama Allah?"
Kami belajar rukun iman yang enam dimana salah satunya adalah iman kepada Allah. Tapi kalau mau evaluasi diri, alangkah galaunyaa kami iniii (Ai: Kami? Lw aja kali aiiis!)
Ya galau karir, rejeki, dan.....jodoh. Jeng jeeeng!
Ai bilang, padahal kalau kitanya benar-benar beriman kepada Allah, mungkin ga akan galau sebab yakin bahwa semua akan diatur oleh Allah.
Hmm. Hmm. Hmm *ngangguk-ngangguk mengiyakan*
Selesai acara Ust. YM itu kamipun makan saltcheese sandwich. Enak loh *sampah lu, iis*

Terus akhirnya gantung, soalnya yang nulis juga masih mikir soal ini.Hehehe.
Mariii, sama-sama berusaha dan belajar menyempurnakan iman :)
Btw, yakin dan percaya itu berbeda. Perbedaan antara keduanya dijelaskan dengan baik di postingan ini: Yakin atau Percaya 

Tuesday, November 27, 2012

ntms pagi ini

hmm.
ketika orang yang kita beri masukkan nampak tidak suka/ defensif, dll, mungkin kitanya bisa evaluasi:
apakah ada kata-kata yang menyingung?
solutif kah saran kita? atau sekedar komplain yang bikin sebel?
hehe.
this is just my self reflection :)
Thursday, November 22, 2012

Wejangan Mendadak

lagi asik mindahin data ke flash disk,
"Is, nanti kalo udah jadi istri, jangan jadi wanita karir. Kalaupun bekerja, usahakan tidak terlalu sore sampe rumah. Banyakkin waktu untuk mendidik anak. Buat apa karir sendiri cemerlang tapi anak berantakan? Ibu yang berhasil mendidik anak turut membangun bangsa, loh"
Papah, entah kenapa tiba-tiba ngomong gitu.
Random banget deeh xD
Tapi mengena di hati :)
Thanks, pah! :''')
Tuesday, November 20, 2012

Allah, Selalu.

Ketika semua kemungkinan tak lagi nampak,
Ketika semua terasa buntu,
Allah tahu, selalu.
Dengan jalan yang tak dapat diterka,
Dengan cara yang terlalu hebat untuk bisa dimengerti akal manusia.
Itu sebabnya aku tak henti berdoa,
Karena aku yakin, Allah bisa, selalu.
Monday, November 19, 2012

useless

seringkali, kita terjebak menyibukkan diri untuk menerka dan berprasangka akan niatan orang lain dalam beramal.
padahal, hanya Allah yang sejatinya tahu benar-benar apa yang ada di dalam hati manusia.

 

Blog Template by BloggerCandy.com