tulisan ini baru saya sadari keberadaannya di kalender islami yang ada di rumah :p
semoga bermanfaat :)
Seringkali kita dibuat resah, terombang-ambing di dalam meyakini sebuah kebenaran di dalam tata cara beribadah, "Saya mau pake cara yang mana? Saya ini mau ikut ustadz yang mana, sih?". Masing-masing kelompok, atau masing-masing ustadz merasa pendapatnyalah yang benar, di luar golongannya dianggap salah. Lalu apa yang harus kita lakukan saat harus menghadapi kondisi seperti ini?
Perlu dicamkan bahwa segala aturan ibadah haruslah berdasarkan apa yang dicontohkan Rasulullah. Oleh karenanya, yang harus kita lakukan adalah:
1. Bersikap netral dulu, tidak memihak pada salah satu pendapat
2. Mintalah dalil dari Al-Qur'an dan Hadits yang kuat dari masing-masing ustadz yang berbeda pendapat tersebut, lalu Bismillah, pilihlah dalil mana yang lebih kita percayai dari para ustadz tersebut
3. Setelah memilih, janganlah menyalahkan keterangan ustadz yang tidak kita pilih, karena bukan hak kita untuk memvonis perihal salah benarnya sebuah persoalan. Apalagi kita hanya sekedar pengikut yang minim keilmuannya.
Terakhir dan yang paling penting, marilah kita saling menjaga perasaan dari saudara-saudara kita yang berbeda pengamalan ibadahnya dengan budi pekerti yang tinggi; saling menghormati, menyayangi dan mari saling bersilaturahim.Niscaya walaupun kita berbeda pengamalan ibadah, namun perbedaan kita bagaikan warna-warni pelangi dimana meskipun berbeda warna akan tetapi tidak memperburuk pergaulan dalam masyarakat. Bahkan menambah kecantikan seperti indahnya pelangi
Sunday, December 9, 2012
Thursday, December 6, 2012
It's About Your Mind
Everything comes
from the mind aiis
Jadi, be brave and
stay positive aja :)
- Eka M. R.
Labels:
ntms
Hak Anak Kita (Kelak)
Berawal dari percakapan dengan seorang sahabat, tentang penyakitnya, tentang kebiasaan makannya yang kurang sehat sehingga menyebabkan sakit...
gw tau sih,,
itu ada bahayanya.. apalagi dijadikan hobby
tapi mao
gimana lagi.. klo kemana2 aja yg dicari ya makan itu
bisa ditahan
kok, inget-inget aja akibatnya
terus bahaya
jg kan kalo ngelahirin normal ntar
penderita *sensor*
tuh high risk ngelahirin normal
just commit
to yourself that your child have a right for having a healthy mom
eh.. iya jg
yaa
gw gak
kepikiran ampe ke sonoh
iya..iya. bener
tuh
hehe. note
to myself jg sih. gue sendiri orgnya jg
gampang sakit, begadang dikit aja ambruk.wkwkw. yaa, lo bayangin aja ntar kalo
udh berkeluarga, kalo sakit2an kan kasihan suami dan anak, sementara hidup
sehat bukan hal yg instan tp harus dibiasakan . betul ibu-ibuuu? :)
betuuulll
bapak-bapak
ust benry pernah
bilang sejak sebelum anak lahir, bahkan dia sudah punya hak. Anak itu punya hak
untuk dapet orang tua yg baik (lahir dan batin)
nah..
kewajiban kita adalah mencarinya
setuju kan
lo?
hehe
dia jg
cerita
dulu pernah
ada seorang pria yg baru menikah setelah umur 40 thn
setelah
punya anak
anak itu
nanya ke bapaknya, "pak kenapa sih bapak menikahi ibu di usia yg sudah
tua?"
bapak itu
menjawab "karena bapak menghabiskan waktu bapak untuk memperbaiki diri dan
mencarikan ibu yg terbaik untuk kamu, nak"
begitu ..
tp gue ga
mau nikah tuaaa
Btw, nice
sharing sob ;)
Labels:
ini aku
Tuesday, December 4, 2012
hubungan
sebuah obrolan random yang awalnya gosipin salah satu skandal pejabat daerah, eh emang dasar dewasa muda, ujungnya tetep topik ini :p
eh lo gimana ngeliat suatu hubungan?
setuju ama pacaran?
pacaran? definisi pacaran yg lo maksud itu yg bagaimana nih?
nah gw mau liat sudut pandang lo
kalo menuju pernikahan nanti, lo lebih setuju untuk
"pacaran" atau gak sama sekali
eh emang ta'aruf itu ky apa sik?
gak paham sama sekali gw sm alurnya
karena beda golongan beda juga caranya
gw sih akan "pacaran" sama org yg memang
menyatakan bahwa dia serius mau nikah sama gue. kegiatan pacaran yg gue
harapkan itu ya mengenal satu sama lain, mulai dr hal-hal personal seperti
hobi, kebiasaan, sampe hal2 yg rada 'visioner' kayak pandangan soal pernikahan,
harapan dia thd pasangan saat berumahtangga nanti, pandangan soal mendidik
anak, dll
jadi lebih ke menyamakan visi misi dan persepsi ttg
pernikahan
dan juga mengetahui harapan dia, dia maunya pasangan yg
kayak apa
gw sendiri ngerasa proses kayak gitu paling lama sebulan
lebih dari itu gue anggep ga serius
krn menurut gue, kalo lo belum ngerasa siap menikah, ya
gausahlah pdkt ama cewek
pdkt ama cewek ya kalo lo udh siap 'menanggung'
masa lu gatau proses taaruf? lo kan anak rohiiis :p
subhanallah, ceramah bu aji?
eh tapi interaksi selama pacaran itu dijaga juga
hahahahah
yang mau curhat kan sayah
hahahha
kan lo nanya,ya gue jawab
:p
itu pertanyaan intermezzo doang sebenernya
ibarat kata cuma pemantik
eh ini langsung
kebakar
:))
maap maaaaap
hahahha
oke lanjuuut
nah
skrg lo yg ngomong deh
berarti lo ngeliat hubungan itu komitmen kan?
iya nih gw yg ngomong
kalo gw mau berhubungan sama perempuan:
1. gw CINTA sama dia
2. dia CINTA sama gw
3. dia tau apa konsep gw dan bisa dijalankan
4. gw tau keluarganya dan gw udah bisa prediksi untuk bisa
kooperatif dengan keluarganya
urutan menentukan prioritas
tapi kan gini,
itu kan secara konsep aja
ujung2nya like you admire some company that you would like
to be their part then you should met the system first
ketemua HRD dan yg terpenting user
kalo user nya nolak, ini kan yang berabe
kalo menurut lo, pernikahan macem apa yang bisa langgeng
dengan penolakan dari user tersebut?
Maksudnya, ini kalo org yg kita incer ternyata menolak kita
gitu?
Bukan
orang tuanya misalnya
Karena kita dibesarkan dlm budaya timur, akan sulit kalau
penolakan dtg dr ortu, krn menikah di sini bukan hanya menyatukan dua individu,
tp jg dua keluarga. kecuali ya, kalo dua org yg menikah itumemang tdk terlalu
ambil pusing dg hal2 itu selama yakin dg pasangan masing2
Iya sih timur
tapi lu cinta ama dia, gmn dong?
Hmm,kira2 alasan penolakannya seperti apa ?
Ya ga tau. mungkin karena gw terlalu ganteng misalnya..
*hatchii
bisa ga sih ambil gampangnya aja?
yaudah putus. cari yang laen. beres
*hoek (on: ganteng)
nah itu lo tau jawabannya
wkwkwkw
Tapi lu cinta ama dia?
ini gw mau liat sudut pandang perempuan aja
kalo masalah cinta sih gw juga pake perasaan
apa harus dukun yang bertindak??
Skrg pilih deh, ukur kemampuan diri: sanggup ga menjalani
pernikahan tnp restu dr saloah satu pihak? kalo sanggup ya siap tanggung resiko
dan kemungkinan2 pahitnya. kalo engga sih ya mungkin emg bukan jodoh. gw sih
pilih yang kedua. toh Allah maha pembolak-balik hati manusia kan
sekrang cinta, besok juga bisa ga cinta #asek
emang lu dah emak2
aseli cocok
bijak tapi gimana gitu
zzzzzzz *lempar cobek*
bijak-nya cewek banget ya? emosional cewe gitu ye?
wkwkwk
haha
kaga dapet nih gw outputan yang diinginkan
atau gw ubah bahasa kalimatnya
ah lo nanya gue jgn2 untuk dpt pembenaran?
hahaha
coba2 diubah kalimatnye
ih ngapain juga
siapa elo woy
haha
Labels:
ini aku
Monday, December 3, 2012
Yakin?
mencoba mengeluarkan isi hati karena tontonan tadi pagi
Pagi tadi, setelah shalat subuh, saya dan sohib saya, Aisha Salsabila a.k.a Ai, menonton Acara Ustadz Yusuf Mansyur di ANTV.
Isi acaranya sendiri menampilkan Ustadz YM yang menceritakan kisah-kisah nyata bagaimana janji Allah terbukti, mengembalikan uang yang kita sedekahkan sebanyak 10 kali lipat (Q.S. 6: 160).
Dari cerita-cerita itu, Ust. YM menekankan pentingnya keyakinan bahwa apa-apa yang kita sedekahkan akan dibalas oleh Allah 10 kali lipat. Itupun jumlah minimal, jadi bisa lebih dari 10 kali lipat.
Punya utang 3000.000, misalnya. Ya keluarkan aja sedekah 300.000, nanti Allah akan balas dengan 3000.000.
Mau kaya? Ya sedekah aja. Sedekah sama sekali tidak mengurangi harta, malah sebaliknya, karena toh Allah akan melipatgandakannya (Teori Matematika Sedekah ala Ust. YM).
Inilah yang harus kita yakini dan ini pula menurut kami (saya dan Ai) yang menjadi masalahnya.
Kami merasa untuk meyakini hal itu tidaklah mudah.
Kami sependapat, bahwa keragu-raguan kami disebabkan 'terlalu banyak mikir'.
Maksudnya, ketika kita mengeluarkan sedekah, kita lalu berpikir Bagaimana caranya akan kembali sepuluh kali lipat? Bagaimana bisa sedangkan saya cuma bla..bla..bla..bla dan sederet pikiran-pikiran lain.
Hmm, padahal kalo dari cerita-ceritanya Ust. YM, cara-cara Allah mengembalikan uang yang disedekahkan itu tak terduga, 'ajaib'. Tak terjangkau oleh akal kita.
Jadi?
Jadi saya sama Ai sama-sama dihantui (duile bahasanyee) satu pertanyaan: "Gimana caranya supaya yakin, seyakin-yakinnya, sama Allah?"
Kami belajar rukun iman yang enam dimana salah satunya adalah iman kepada Allah. Tapi kalau mau evaluasi diri, alangkah galaunyaa kami iniii (Ai: Kami? Lw aja kali aiiis!)
Ya galau karir, rejeki, dan.....jodoh. Jeng jeeeng!
Ai bilang, padahal kalau kitanya benar-benar beriman kepada Allah, mungkin ga akan galau sebab yakin bahwa semua akan diatur oleh Allah.
Hmm. Hmm. Hmm *ngangguk-ngangguk mengiyakan*
Selesai acara Ust. YM itu kamipun makan saltcheese sandwich. Enak loh *sampah lu, iis*
Terus akhirnya gantung, soalnya yang nulis juga masih mikir soal ini.Hehehe.
Mariii, sama-sama berusaha dan belajar menyempurnakan iman :)
Btw, yakin dan percaya itu berbeda. Perbedaan antara keduanya dijelaskan dengan baik di postingan ini: Yakin atau Percaya
Pagi tadi, setelah shalat subuh, saya dan sohib saya, Aisha Salsabila a.k.a Ai, menonton Acara Ustadz Yusuf Mansyur di ANTV.
Isi acaranya sendiri menampilkan Ustadz YM yang menceritakan kisah-kisah nyata bagaimana janji Allah terbukti, mengembalikan uang yang kita sedekahkan sebanyak 10 kali lipat (Q.S. 6: 160).
Dari cerita-cerita itu, Ust. YM menekankan pentingnya keyakinan bahwa apa-apa yang kita sedekahkan akan dibalas oleh Allah 10 kali lipat. Itupun jumlah minimal, jadi bisa lebih dari 10 kali lipat.
Punya utang 3000.000, misalnya. Ya keluarkan aja sedekah 300.000, nanti Allah akan balas dengan 3000.000.
Mau kaya? Ya sedekah aja. Sedekah sama sekali tidak mengurangi harta, malah sebaliknya, karena toh Allah akan melipatgandakannya (Teori Matematika Sedekah ala Ust. YM).
Inilah yang harus kita yakini dan ini pula menurut kami (saya dan Ai) yang menjadi masalahnya.
Kami merasa untuk meyakini hal itu tidaklah mudah.
Kami sependapat, bahwa keragu-raguan kami disebabkan 'terlalu banyak mikir'.
Maksudnya, ketika kita mengeluarkan sedekah, kita lalu berpikir Bagaimana caranya akan kembali sepuluh kali lipat? Bagaimana bisa sedangkan saya cuma bla..bla..bla..bla dan sederet pikiran-pikiran lain.
Hmm, padahal kalo dari cerita-ceritanya Ust. YM, cara-cara Allah mengembalikan uang yang disedekahkan itu tak terduga, 'ajaib'. Tak terjangkau oleh akal kita.
Jadi?
Jadi saya sama Ai sama-sama dihantui (duile bahasanyee) satu pertanyaan: "Gimana caranya supaya yakin, seyakin-yakinnya, sama Allah?"
Kami belajar rukun iman yang enam dimana salah satunya adalah iman kepada Allah. Tapi kalau mau evaluasi diri, alangkah galaunyaa kami iniii (Ai: Kami? Lw aja kali aiiis!)
Ya galau karir, rejeki, dan.....jodoh. Jeng jeeeng!
Ai bilang, padahal kalau kitanya benar-benar beriman kepada Allah, mungkin ga akan galau sebab yakin bahwa semua akan diatur oleh Allah.
Hmm. Hmm. Hmm *ngangguk-ngangguk mengiyakan*
Selesai acara Ust. YM itu kamipun makan saltcheese sandwich. Enak loh *sampah lu, iis*
Terus akhirnya gantung, soalnya yang nulis juga masih mikir soal ini.Hehehe.
Mariii, sama-sama berusaha dan belajar menyempurnakan iman :)
Btw, yakin dan percaya itu berbeda. Perbedaan antara keduanya dijelaskan dengan baik di postingan ini: Yakin atau Percaya
Labels:
islam :''),
ntms,
renungan
Subscribe to:
Posts (Atom)