Sunday, January 27, 2013

Berdoalah dalam Diam

Abu Darda' r.a. telah mendengar Rasulullah SAW bersabda, "Orang muslim yang mendoakan temannya tanpa diketahui temannya, maka ia disambut oleh malaikat: Dan untukmu juga seperti itu."  H.R. Muslim

Kangen Icaa :'''

Kangen banget deh sama si ucul yang satu iniii :''''
Dapet sms dari Ibu-nya Ica a.k.a Kakak saya begini:

Ibu: Ica, ica sayang ga sama anteu ais?
Ica: cayaaang....
Ibu: Kalo ketemu mau bilang apa?
Ica: timakaciiii (terimakasih)
???

Setelah diusut, ternyata ini akibat kebiasaan setiap Ica diperlakukan baik (diberikan sesuatu, diambilkan minum, dsb), Ibu-nya selalu mengingatkan Ica (nama panggilan Raeesa) untuk berterimakasih, dengan bertanya : "Bilang apa?", sehingga ia menjawab: "Timakaciiii..."
x))
Ica ini salah satu contoh bahwa membentuk pola/ kebiasaan pada anak usia dini itu sangat mudah. Sebab daya serap mereka seperti spons. Maka dari itu, biasakan hal-hal baik pada anak sedini mungkin :)
Kangen Icaaa :*
Kalo ketemu, nyanyi bareng lagi yaaa  :''') Anteu banyak lagu nih dari Tembang Cilik ! :D



Saturday, January 26, 2013

SocMed

SocMed itu emang paling enak buat nyinyir, nyindir, sampai ngode! :p
#ntms

Tarbiyah An Nisa : Penjagaan Allah #2


Penjagaan Allah terhadap hamba-hambaNya agar jauh dari maksiat, sesungguhnya terkandung dalam setiap syariat yang ditetapkan. Begitupun dengan hadits berikut:

Dari Sahl r.a., ia berkata:
 “Adalah para lelaki shalat berjama’ah dengan Nabi SAW, mereka mengikatkan sarung-sarung mereka di atas pundak-pundak (leher-leher) mereka seperti kebiasaan anak kecil, maka dikatakan kepada para wanita janganlah kalian mengangkat kepala sehingga kaum lelaki tegak duduk.” 
(H.R. Bukhari)

Jadi, waktu dulu itu antara jamaah perempuan dan laki-laki belum dibatasi oleh hijab. Antara shaf laki-laki dan perempuan hanya diberi jarak sekitar satu shaf. Oleh karena itu, untuk menjaga pandangan, selain jamaah laki-laki ditempatkan di depan jamaah perempuan (kalau menurut keterangan Ustadz, lelaki pembawaan kepalanya tegak, beda dengan perempuan yang pembawaan kepalanya merunduk), perempuan diminta untuk menundukkan kepalanya hingga jamaah laki-laki duduk. Khawatir jika tidak demikian, yang terbayang saat shalat wajah si lelaki yang ia lihat. Kalau lelaki sudah duduk, paling engga yang terlihat kan pungunggnya aja tuh. Mau dibayangin juga susah, wong semua punggung ya gitu-gitu aja tampilannya kan :p

Ah, dulu saya pernah. Ketika mau sholat, mau takbiratul ihram, ga sengaja melihat seorang ikhwan yang entah mengapa seperti ingin keluar masjid. Waktu itu kain hijab-nya belum tertutup benar. Berhubung wajahnya saya kenal, alhasil wajahnya terbayang sepanjang rakaat pertama. Huuu~ 

Tapi alhamdulillah yah, sekarang di masjid-masjid sudah ada hijabnya. Meski ada beberapa juga yang hijabnya tidak menutup pandangan ke jemaah laki-laki -___- merusak konsentrasi dalam beribadah (kalo gini yang salah siapa ya?hahaha *toyor diri sendiri* )

Penjagaan Allah juga tampak dalam dua hadits berikut:

Dari Abu Hurairah r.a. bahwa Nabi SAW telah bersabda: 
“Janganlah kalian melarang hamba perempuan Allah untuk pergi ke masjid Allah, dan hendaklah mereka keluar dengan tidak memakai bau-bauan/ wangi-wangian” (H. R. Ahmad)

Dari Abi Hurairah r.a., Ia berkata, Rasulullah SAW bersabda: 
“Membaca tasbih itu bagi laki-laki dan tepuk tangan bagi perempuan” 
(H.R. Bukhari Muslim).
Maksudnya ini dalam konteks mengingatkan imam yang lupa ketika sholat berjamaah.

Perempuan tidak  boleh memakai wangi-wangian saat keluar rumah dan bertepuk tangan saat mengingatkan imam (tidak mengeluarkan suara), sebab wangi dan suara perempuan dikhawatirkan mengundang hal-hal yang tidak diinginkan (tentunya terkait dengan laki-laki).

Subhanallah. Allah begitu menjaga kita ya :')
dan sudahkah kita "menjaga" Allah (agar selalu di hati) ? :p #ntms

Tarbiyah An Nisa* #1


Dari Ibnu ‘Umar, dari Nabi SAW, Ia berkata:
“Apabila wanita-wanita kalian minta izin di waktu malam untuk pergi ke masjid, maka izinkanlah mereka”
(H.R. Jama’ah kecuali Ibnu Majah)

Hadits tersebut secara tidak langsung mengatakan bahwa untuk ke masjid saja seorang istri harus meminta izin kepada suaminya. Pergi ke masjid, yang notabene untuk beribadah, harus melalui izin suami. Apalagi bila tujuannya selain masjid. Kesimpulannya, seorang istri jika hendak bepergian (keluar rumah), harus minta izin kepada suami.

Sekilas nampak merepotkan ya? Tapi sebenarnya, perempuan harus memaklumi ‘aturan’ ini sebab seorang suami bertanggungjawab atas istrinya.

Bisa di-googling mengenai kewajiban-kewajiban suami terhadap istri menurut Islam. Dan, masya Allah, beraaaat -__- (bisa cek di http://muslim.or.id/keluarga/kewajiban-suami-1.html lanjut ke part 2 dan 3 nya yaa :p ).

Ya, kalo dipikir-pikir,  seorang istri akan membantu suaminya dalam menunaikan kewajibannya itu, dengan (salah satunya) meminta izin setiap kali akan keluar rumah. Membantu orang yang dicintai dalam kebaikan, tentu tidak berat bukaaan?  << ciee, belom nikah padahal

*Sebuah buku yang disusun oleh Ust. Aceng Zakariya
 

Blog Template by BloggerCandy.com