Akhir-akhir ini, menjelang natal, muncul perdebatan soal boleh tidaknya seorang muslim mengucapkan selamat natal.
Hal "lucu" yang tertangkap oleh saya dari "kisruh" ucapan natal ini, ada orang-orang yang menyudutkan pihak yang memilih untuk tidak mengucapkan selamat natal kepada umat kristiani.
Seolah mereka yang memilih untuk tidak mengucapkan selamat, tidaklah toleran dengan umat beragama lain.
Begitukah orang-orang yang mengklaim dirinya toleran, menyikapi pihak lain yang berbeda pendapat dengannya?
Tuesday, December 25, 2012
PR nya banyak
hari ini belajar tahsin sama kakak. sedikit, tapi banyak *lah*
dan kerasa banget bacaan saya masih jauuuuuuuuuh dari predikat tartil.
evaluasi dari kakak: masih ga konsisten masalah harokat.
terus ngobrol2 soal makhroj.
susah banget yaa, itu nyebut huruf "ja" ternyata lidahnya ga boleh nempel ke atas, nyebut huruf "sho" bibirnya ga boleh majuu~
*nah, coba praktekkin aja sendiri*
haaaah, masih harus banyak belajar dan sering-sering ngaji ya aiiiis!
fightiing!
*pasang iket kepala*
dan kerasa banget bacaan saya masih jauuuuuuuuuh dari predikat tartil.
evaluasi dari kakak: masih ga konsisten masalah harokat.
terus ngobrol2 soal makhroj.
susah banget yaa, itu nyebut huruf "ja" ternyata lidahnya ga boleh nempel ke atas, nyebut huruf "sho" bibirnya ga boleh majuu~
*nah, coba praktekkin aja sendiri*
haaaah, masih harus banyak belajar dan sering-sering ngaji ya aiiiis!
fightiing!
*pasang iket kepala*
Labels:
ini aku
Friday, December 21, 2012
platonic relationship
Dear you,
Aku tidak ingat bagaimana awal mulanya
Sampai akhirnya, yang kurasakan kemudian, kau dan aku, dekat.
Aku, di dekatmu, nyaman.
Dan kau mengatakan hal yang sama.
Selanjutnya, hari-hari kita diisi dengan berbagi tawa, juga duka.
Aku mempercayaimu, begitupun kamu.
Tak sedikitpun ragu untuk bersandar pada bahumu, seperti halnya tanganku yang selalu terbuka untukmu.
Sulit rasanya mendefinisikan bagaimana kita selama ini.
Meskipun kita merasakan hal yang sama.
Satu hal yang pasti dan tak pernah kita lampaui,
kau,
dan aku,
teman.
Tidak lebih.
mencoba menggambarkan seseorang yang terlibat platonic relationship.hehe
Sampai akhirnya, yang kurasakan kemudian, kau dan aku, dekat.
Aku, di dekatmu, nyaman.
Dan kau mengatakan hal yang sama.
Selanjutnya, hari-hari kita diisi dengan berbagi tawa, juga duka.
Aku mempercayaimu, begitupun kamu.
Tak sedikitpun ragu untuk bersandar pada bahumu, seperti halnya tanganku yang selalu terbuka untukmu.
Sulit rasanya mendefinisikan bagaimana kita selama ini.
Meskipun kita merasakan hal yang sama.
Satu hal yang pasti dan tak pernah kita lampaui,
kau,
dan aku,
teman.
Tidak lebih.
mencoba menggambarkan seseorang yang terlibat platonic relationship.hehe
Labels:
semi fiksi
Doa
Doa itu memiliki pilar, sayap, musabab, dan waktu.Ibnu Atha'
Bila sesuai pilarnya akan menguat, bila sesuai sayapnya akan terbang ke langit, bila sesuai waktunya akan beruntung, bila sesuai dengan musababnya maka akan berhasil.
Adapun pilarnya adalah hadirnya hati secara lembut, khusyu' dan pasrah kepada Allah.
Sayapnya adalah jujur.
Waktunya adalah waktu sahur.
Dan, musababnya adalah membaca shalawat serta salam kepada Rasulullah SAW
(dikutip dari Majalah Tarbawi Edisi 283)
alhamdulillaah, ga sengaja baca Tarbawi yang 'nemu' di antara tumpukan koran :')
*jadi evaluasi doa-doa selama ini*
Labels:
islam :'')
Wednesday, December 19, 2012
maximize our capacity
Tidak semua orang berperilaku sesuai dengan standar kita.
Untuk itulah Allah memberi kita kapasitas untuk bersabar, toleran, dan empati.
Seperti halnya kehidupan yang tidak selalu berjalan sesuai keinginan kita,
maka Allah memberi kita kapasitas untuk tawakal, berprasangka baik dan bersemangat!
Semangat pagi kamuu! :)
Untuk itulah Allah memberi kita kapasitas untuk bersabar, toleran, dan empati.
Seperti halnya kehidupan yang tidak selalu berjalan sesuai keinginan kita,
maka Allah memberi kita kapasitas untuk tawakal, berprasangka baik dan bersemangat!
Semangat pagi kamuu! :)
Labels:
ntms
Subscribe to:
Posts (Atom)