Friday, April 13, 2012

kangen kangen kangen

gabisa ga tersentuh kalo dengarin melly goeslaw - bunda sama hadad alwi feat. farhan - ibu
kangen rumah banget :'''(
Thursday, April 12, 2012

doa ini :')

semenjak belajar baca Qur'an lagi (soalnya masih belum bagus bacanya, udah tua gini padahal -__- dan udah banyak lupa juga ilmu tajwid-nya. huhuhu ), Ustadz saya selalu membaca do'a ini di akhir pertemuan. Mengingatkan saya masa kecil waktu ikutan TPA, do'a ini adalah salah satu do'a yang kami baca setiap habis sholat. Mengingatkan juga pada nenek yang bilang bahwa beliau sukaa sekali do'a ini. Waktu itu kami ngobrol berdua lalu terdengar sayup-sayup do'a ini dari masjid. Terus, nenek bilang bahwa artinya bagus banget. Waktu itu nenek memberitahu artinya dengan bahasa sunda-indonesia. Hehehe.
Entah kenapa, saya jadi penasaran ingin mengetahui arti do'a ini lagi karena sudah agak lupa.
Dan artinya, seperti kata nenek saya, emang bagus banget :')

Doa Khatam Al Qur'an


Allahummar hamna bil Quran
waj’alhu lana imaamau wa nuurau wa hudaw wa rahmah
Allahumma dzakkirna minhu maa nasiina
wa ’allimna minhumaa jahiilna
warzuqna tilaawatahu
aana al laili wa athrofannahar
waj’alhu lana hujjatan
Yaaa rabbal ‘alamiin



Artinya kira-kira begini:

Ya Allah kasih sayangilah daku
dengan sebab AlQuran ini
Dan jadikanlah AlQuran ini
sebagai pemimpin
sebagai cahaya
sebagai petunjuk
dan sebagai rahmat bagiku
Ya Allah ingatkanlah daku
apa-apa yang aku lupa dalam AlQuran
yang telah Kau jelaskan
dan ajarilah apa-apa yang aku belum mengetahui
Dan karuniakanlah daku
selalu sempat membaca AlQuran
pada malam dan siang hari
Dan jadikanlah AlQuran ini
sebagai hujjah bagiku


*hujjah disini maksudnya itu 'landasan' ya? 
tadi sempet googling nemunya: "Hujjah dalam bahasa artinya keterangan, alasan, bukti, atau argumentasi. " tapi ada juga yang mengartikan alasan, landasan. Wallahu'alam. CMIIW


Bagus yah do'anya? :')
Wednesday, April 11, 2012

My Pray

Ya Allah, wahai Tuhan yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku pada agama-Mu. 
(H.R. Tirmizi)
Monday, April 9, 2012

#Cinta


Kamar Kos 23:22 

Badan gue pegeel banget.
Efek pake wedges 10 cm (ladies, you should be careful to buy wedges, put comfortability as ur priority, not a ‘cute appearance’ only. I told you seriously) dan berdiri lama (karena nungguin orang ngaret.grrrawr) baru kerasa sekarang.
Belum lagi karena hari Sabtu lalu gw duduk lama seharian.
Nyeri-nyeri lah tubuh ini, terutama pada bagian yang paling signifikan dalam menyumbang angka di timbangan berat badan.
(boleh ditebak bagian apakah itu.hahahah).


Kemaren-kemarenan di TL musim galau dan tweet #cinta.
Yang paling ngena sih ini:
#CINTA itu rumit dan luar biasa. Serumit memahami perasaanmu dan seluar biasa perasaan ini saat bersamamu (via @atharasyadi). err yaa kira-kira begitu bunyinya.
Tweet ini menggambarkan dengan baik perasaan orang yang lagi jatuh cinta, setidaknya buat gw. Hahah.

Oke, tulisan kali ini tentang #cinta versi gw.

#CINTA itu kekuatan. Darinya kamu semakin kokoh berdiri, bukannya menjadi lemah saat ditinggalkan
-->  edisi move on abis ditinggal nikah ama gebetan
#CINTA itu kebaikan. Dia membawamu untuk semakin dekat dengan Sang Maha Pencipta, lain dari itu tidak. --> edisi ukhti-ukhti sholehah
#CINTA itu kesederhanaan, sesederhana senyum di wajahmu untuk setiap memori yang terekam, tentangnya.-->  edisi yang lagi kasmaran
#CINTA itu kesabaran, sabar untuk menunggu hingga waktu yang dipilihkanNya tiba.
--> edisi yang lagi bimbang mau ngelamar sekarang apa entar abis doi lulus >> ngasal
#CINTA itu kebahagiaan, sebahagia canda tawa yang kamu tularkan pada mereka yang ada di dekatmu. 
--> edisi pekerja sosial
#CINTA itu kesempatan, semau dirimu untuk membuka hati dan menerimanya.
--> edisi membuka lembaran baru, siap cari gebetan baru

Udah ah, lama-lama makin dangdut.
Untuk kamu yang sedang jatuh #cinta, semoga pilihanmu direstui olehNya dan keluargamu tentunya :D

Btw, mendadak inget sesuatu. Dulu, obsesi gw adalah punya suami seniman, entah lulusan IKJ atau FSRD ITB. Terutama yang rambutnya gondrong-gondrong, penampilannya cuek 
(tapi bersih dan ga bau loh yah), yaa penampilan ala bad boy kalo di film-film. Haha.
Gw jg ga ngerti kenapa bisa kepikiran gitu. Apakah ini terkait dengan gw yang memang penikmat seni (walau sepertinya hampir ga pernah bisa menemukan makna dibalik sebuah karya seni), terutama seni rupa. Gw selalu terkagum-kagum saat melihat karya seni mereka. Dan bagi gw waktu itu, akan sangat menyenangkan berinteraksi dan hidup dengan orang yang pemikirannya out of the box. Seems like my life will so colourfull and extraordinary.

...dan pada akhirnya, seiring berjalannya waktu dan berkurangnya usia, semua kriteria-kriteria itu runtuh. Kecuali ia yang bisa membuatku makin dekat denganNya...

Sampai sekarang pun sebenernya, kalo ada ikhwan IKJ/ FSRD yang hanif datang melamar, dengan senang hati gw terima #M-U-R-A-H.
Dulu sempet deket juga dengan beberapa laki-laki yang memenuhi kriteria di atas, tapi sayang, belom nemu yang beriman. Hahaha. For me, iman (Islam) is number one. Bukan yang hafal surat sekian juz dan jago ceramah, bukan. Tapi laki-laki yang cenderung kepada kebaikan (hanif) dan bersemangat serta menyemangati keluarganya untuk mendekati Sang Pencipta, bagi gw itu syarat mutlak dan utama.
Karena berkeluarga bukan hanya tanggungjawab pribadi dengan Yang Maha Kuasa. Suami bertanggungjawab atas istri. Orangtua bertanggungjawab atas anak-anaknya. Dan agama (Islam), gua yakini akan menjaga sebuah keluarga untuk menjalankan perannya masing-masing, menggiring kita kepada kebaikan. That’s why, I (we) need iman to live my life. Ah,udah deh ngelanturnya. Alhamdulillah sudah ngantuuuuk #tarikselimut
Sunday, April 1, 2012

#Suami

taken from my favorite writer , Adhitya Mulya


Waktu baru masuk kerja dulu ada pegawai senior, mid 40s. Tipikal pegawai senior yg sotoy yg ngasih nasehat di saat kita ga butuh.

At 1 lunch dia tiba2 kasih nasehat ttg bgm manage incomenya. Katanya, istri ga usah tau berapa gaji . Cukup dia kasih n istri manage.

Ada balance yang dia pegang sendiri. Untuk senang2. Katanya, dia udah cape kerja. Dia layak dpt balance ini. Keeps him happy.

I literally wanted to shove my fist up his anus. Too bad we're having lunch.

I have a different opinion about how manage income u/ keluarga. Agak ekstrim sih. Many of u wldnt agree. But here it is:...

Setiap manusia dlm hidupnya sbaiknya mengerjakan u/ menyiapkan diri menjawab pertanyaan di alam kubur horor ye? But here's d thing...

Gue selalu takut nanti ditanya, have u done your best providing for your family? Kalo ga bisa jawab, ngeri siksanya.

Dari situ, I grew up thinking, once married, MY fun time is over. Take responsibility. Ga ada tuh sembunyiin gaji dari keluarga.

Logikanya: why would I lie to the very same people that I am responsible for? (even in the afterlife)? Itu namanya mangkir tgg jawab.

So, once married, I stop spending. Start saving, gak ada sembunyi2 gaji. Istri tahu semua aset. I've saaid this many times n say again

meninggal 9 tahun lbh cepat dari istri (statistically). If we love her, I will make sure I leave her n family in good state. Bukannya malah bikin repot

Kalo kita sayang istri kita, kita akan kasih tau semuanya. Krn kalo ga, istri anak bisa repot bgt urus warisan. Malah bisa ditipu.

Ada yg aset , si anak istri gak tau. Pasca wafat, tau2nya ditempatin istri kedua. Duarrr... Itu sih namanya dari dulu gak niat setia.

If we're loyal, we hv nothing to hide. If we hide something, then either 1. We dont love them, 2. Don't trust them 3. Kta niat nakal  

yg baik itu bahkan saat udah ga ada, bisa memberikan ketenangan pada org2 yg dia cintai. Doa mereka jadi lancar juga menyertai.

Ada juga yg sembunyiin aset krn ga tahan istrinya boros. Atau kebalikannya. Yah itu mah beda konteks dari twit gue ya.

bagi pasangan yg ga dikasih tau berapa phasilan or aset pasangannya, just be careful. U might need to rethink d entire marriage altogether.

Its about responsibility. Kalo gak mau responsible, then why bother marry someone. Have all the salary to yourself.  

Itu aja sih sharing gue. Agak ekstrim mungkin bagi beberapa. But it works for me. And my family. Because they're my responsibility.  

I guess, d most important part of this, is: why wld I lie to d same ppl that I'm responsible for? Tidak kah itu malah dosa namanya? Mangkir.


baca ini cuma bisa ngangguk2 daaan makin pengen punya suami bodor,cerdas, dan sayang keluarga macem ini. best wishes buat kang Adhit dan teh Niniiit :')
 

Blog Template by BloggerCandy.com