Friday, October 26, 2012

sakit

hari ini temanya meriang dan kepala cenat-cenut
sekaligus kesal dengan diri sendiri
karena sakit, mau ngapa-ngapain jadi lamban dan terhambat.

bukan sakitnya yang saya sesalkan,
tetapi tidak bisa menjaga kesehatan itu loh.
udah tau ga boleh telat makan,
udah tau ga boleh tidur malem sering-sering,
masih juga dilakukan.
grrrr. jitak nih ais.
*edisi ngomel-ngomel sendiri*

Children are fun :D

#1
Guru Agama (berbicara kepada murid-muridnya) : Al Kautsar apa artinya, hayooo?
Murid-murid (serentak) : Nikmat yang banyak, Bu Guruuu!
Guru: Iya, betul sekali! Nikmat dari Allah itu banyaaaak banget. Udara gratis, Matahari gratis. Coba bayangkan, gimana kalo ngga ada matahari?
Siswa X : Pake senter soalnya gelap!
Saya pun jadi lirik-lirikan sama gurunya sambil nahan ketawa xD

#2
Suatu hari, kelas 1 F ulangan matematika. Salah satu soalnya mengacu pada gambar katak yang sedang jongkok (eh, katak ga berdiri kan ya? jongkok kan dia?) di pinggir sungai. Katak itu ingin menyebrangi sungai dengan melompati batu-batu yang berjajar sedemikian rupa hingga sampai ke sebrang sungai. Di tiap batu ada angka-angka dari 1-25. Di soal, diberitahu bahwa katak akan melompat dari angka 0, 5, 10. Soal pertama meminta murid melanjutkan batu dengan angka mana saja yang harus dihinggapi katak hingga ia sampai ke sebrang sungai. Jawabannya adalah batu-batu dengan angka kelipatan 5 (15, 20, 25). Soal kedua, berbunyi: "Pola apakah yang dibentuk oleh katak?" Karena katak hinggap di batu-batu dengan angka kelipatan 5, maka jawabannya adalah Pola 5. Naah, ternyata ada beberapa yang bingung, termasuk G salah satunya:
G: Bu Ais, sini deh
A: Ya? (menghampiri G)
G: Ini maksudnya gimana? (menunjuk soal kedua)
A: Coba dibaca dari awal (sambil mikir gimana menjelaskan tanpa memberitahu clue jawaban)
G: (membacakan soal)
A: Udah? Jadi, pola apa nih yang dibentuk katak? (masih mikir jawaban yang pas)
G: (muka bingung) Ga tau, Bu...Aku bingung.
A: (adooooh, gimana ini yaa?) Oke, sekarang kamu liat deh. Katak ini mau apa?
G: Lompat.
A: Nah, dia lompatnya ke batu mana aja?
G: Batu 0,5,10,15,20,25
A: Naah, 0,5,10,15,20,25 itu pola apa?
G: (berpikir, mengernyitkan dahi) OH! Aku tau Bu! (sumringah)
A: (lega) Tuh kaan,pasti tau deh. Pola apa?
G: Pola lompat!
A: *speechless* Oke, kalo itu jawaban kamu (senyum manis dan nahan ketawa)

#3
Mencuri dengar perbincangan siswa 1 F tentang persiapan Sundanese Day esok hari.
X: Aku akan menyewa baju untuk besok.
Y: Teruuus, aku harus bilang WOW gitu?
Doh!! *tepok jidat*

#4
X dan Y adalah murid perempuan
X: Y, aku boleh menjadi sahabat kamu, ga?
Y: Boleh (mengangguk). Yuk, main! (menggandeng tangan X keluar kelas)
Unyu banget siiiih! :)

Kakak saya pernah bilang, menjadi guru mungkin penghasilannya tidak sebesar jika kita menjadi karyawati kantoran. Tapi, rasa senang dan bahagia melihat tingkah laku anak-anak itu membayar semuanya. Bener, kak. Rasanya saya mulai merasakan hal yang dikatakan kakak :) Di kelas, entah sudah berapa kali saya menahan tawa disebabkan tingkah laku mereka, ekspresi saat mengerjakan soal (ada yang bengong, berucap "AHA!" dengan mata bulat muka sumringah, sampe lirik-lirik pekerjaan teman dengan muka kepo luar biasa, dll) dan isi perbincangan mereka yang oh-so-sweet itu. Yah, meski ada aja saat-saat mereka sussah diatur dan menyebalkan bikin pengen jitak (haha), but overall they are fun! Children are fun! :D :D

tidak memaksa

kita memang wajib menyampaikan mana yang benar.
tapi menyampaikan yang benar tidak sama dengan memaksa.
biarlah,hidayah itu menjadi urusanNya.
doakan saja.
Sunday, October 21, 2012

Countdown to 171112 #1

17 November masih lama euy. Artinya papah-mamah masih lama pulangnya.
Ga apa, yang penting maksimal ibadahnya di sana dan menjadi haji/hajjah mabrur :)

Kalau sebelumnya saya berkisah tentang kekacauan rumah tangga dalam hal logistik (baca: MASAK) karena ditinggal mamah, sekarang saya mau cerita kalau urusan yang lalu itu....masih kacau juga. wkwkwk.

Eh tapi alhamdulillah ada kemajuan menu:
* telur balado
* sop ayam
* perkedel kentang ayam

Urusan rasa sih wallahua'lam. HAHAHAHA
Ga apa aiiiis, yang penting tau caranya dulu, rasa akan sempurna seiring dengan berjalannya waktu #tsaah
AH. BESOK SENIIIIIN~
*tarikselimut*
Saturday, October 20, 2012

Paling Susah

Ternyata, yang paling susah dalam perjalanan menjadi pendidik yang baik adalah tega dan untuk tega harus bisa nahan ketawa, selucu apapun anak itu mukanya, suaranya.
Ah, ini nih titik lemah saya.
Semangat belajar terus menjadi pendidik yang tega, tega membiarkan anaknya tumbuh mandiri dan cerdas! :)
 

Blog Template by BloggerCandy.com