*PIDT = Pesantren Itikaf Daarut Tahiid
#Hello!
“Welcome to Daarut Tauhiid again, Aisyah Ibadeeeh!” adalah kalimat pertama yang saya teriakan dalam hati saat melihat mesjid DT. Aaaah, I miss atmosphere here, sooo much! Adem lahir batin :)
Di DAMRI menuju DT, saya bareng sama seorang akhwat. Terus saya naek becak bareng. Eh dibayarin pulak. Alhamdulillaaah. Nuhun teh, semoga dibalas oleh Allah dengan kebaikan yang berlipat ganda :D
Pada awalnya saya luntang-lantung ga jelas setibanya di DT, karena saat mau daftar ga ada anak DKM yang bisa “merespon” kedatangan saya. Jadi agak bingung harus kemana dan mau apa. Yaudah deh, mondar-mandir aja di tempat akhwat. Banyak berubah ya masjidnya, soalnya terakhir kali ke DT pas Sanlat SMP, sekitar tahun 2003 (Oh my, sekarang saya sudah tua -__- sudah kuliah semester 7). Untung muncul teh Rini yang lemah-lembut dan ramah (salah satu hal yg bikin saya suka sama DT, teteh-tetehnya begini nih modelnya :D) menemani saya ke Muslimah Center. Ada kegiatan yang sedang berlangsung di sana. Alhamdulillah :)
Di deket Muslimah Center ada GDA’s Gallery, butik punya teh Ghaida, putri Aa Gym. Setau saya dia emang suka desain baju gitu. Pengen masuk dan liat-liat, tapi ga berani soalnya ga bawa duit lebih. Hihi.
#Count me in!
Yak. Di Daarut Tauhiid ini cukup banyak keluarga muda (pastinya pasangan ikhwan-akhwat gitu deh :p) yang itikaf. Aiiih, romantis-religius (kalo emang ada istilah kaya gini ye) bangeet. Oenjoe. So sweet. dsb.dsb. Anak-anaknya juga lucu-lucu banget, pengen bungkus trus bawa pulang. Nyehehehe *grin evil* Dan saya pun bercita-cita --> dapet suami yang bisa diajak/ ngajak itikaf bareeeng :D :D
Ngeliat beberapa ikhwan yang dengerin ceramah sambil ngasuh anak. Seneng deh kalo udah liat cowok ngegendong/ngasuh anak kecil, aura ke-bapak-annya itu loh. Rrrawr! (apasih is) Sama senengnya kalo liat anak cowok nemenin nyokapnya belanja :D
Ngeliat teh Ghaida langsung, cantiiik banget. Putih bersih. Putrinya juga cantik dan lucuu, gembil :D
Heiyaa. Ternyata ada beberapa peserta itikaf yang pengen nyari jodoh di DT, nyari jodoh anu sholeh ceunah :D Usianya sekitar 3-7 tahun di atas saya lah. Lucu deh melihat “kelabilan” dewasa muda yang pengen menunaikan tugas perkembangannya (nikah), apalagi saat ada peserta lain yang seumuran ibu saya menasehati dan menceritakan pengalamannya seputar jodoh. Saya sih nyimak ajah (padahal ngarep dicariin.hahaha.ngga deng). Semoga ketemu dan berjodoh dgn ikhwan yg diharapkan ya, teh ;)
Kenapa ya,tiap ada di daerah dingin seperti di Bandung dan di rumah nenek saya (Wanayasa), muka saya nampak lebih cantik. Bhahahaha. Ga berminyak, ga keringetan, ga merah karena kepanasan, pori-pori terlihat lebih kecil, pokoknya mempesona deh *najongs*
Ke Bandung pas bulan puasa itu ga enaaak. Gabisa jajan banyak #nangisdipojokan #ngacai
Nemuin cemilan enak di SMM (Mini Market yang dikelola DT) --> bakso stick! Pedes gurih bikin nagiiih :9 MSG? Lupakan sajaaa! Huahahaha. Saya juga nyobain BasReng a.k.a bakso goreng yang bikin mow mow lagi di DT. Yummy!!
Saya menemukan ustad yang ciamik bangeet. Recommended! :D
Pertama, Ust. Hilman Rosyad. Kajiannya waktu itu seputar zakat cukup mencerahkan bagi saya. Doakan yah supaya saya berkesempatan menuliskan kajian zakat dari beliau :D Ranking-nya No.2 setelah Aa Gym lah. Ahiw!
Kedua, Ust. Amri. Sumpaaaah, lucunya kebangetan ini ustad. Lucunya ga “seaneh” kayak ustad-ustad yang bertebaran sekarang ini. Ceramahnya lucu, nyinyir, menyentil namun cerdas. Cara beliau membawakan materi nya itu loh, ga bikin bosen apalagi ngantuk. Rangkingnya? Setara sama Aa Gym! Bedanya, kalo Ustad ini unggul dalam memotivasi, kalo Aa ya unggul dalam menyentuh qolbu. Ahiwiwiw!
#Sayonara!
Perasaan saya campur aduk saat ingin meninggalkan DT. Senang karena akan bertemu keluarga di Wanayasa. Sedih karena selama di DT saya merasakan ketenangan batin dan merasa enggan menghadapi “realita” di luar sana yang tentunya banyak menimbulkan pergolakan dalam diri saya (aih, bahasanyaaa -__-). Yah, toh hidup adalah dinamika. Kalo stabil terus sih, ga hidup namanya. Ya kan? ;)
Sekitar 20 menit nungguin DAMRI Ledeng-Lw.Panjang, lalu naik dengan selamat. Sesaat setelah duduk, baru nyadar kalo ke rumah nenek di Wanayasa dari Geger Kalong teh lebih deket lewat Lembang (yang artinya ga usah nungguin DAMRI, gausah nyebrang jugaaaa serta dapat ditjapai dalam tempo sesingkat-singkatnja). YAUDAH SIH YAA. Males banget turun lalu nyebrang lagi :’( itung-itung ngabuburitt. Alhamdulillah yaa, “sesuatu”. #syahrini mode: ON
Dalam perjalanan menuju Purwakarta
@ Bus Primajasa Bandung-Cikarang, ga sengaja nyimak pembicaraan antara ayah-anak. Suara anaknya imut-imut sih, jadi menarik perhatian saya. Mereka duduk di belakang saya, jadi saya ga bisa lihat mereka
Anak: “Ayaah, mau beli ituu” (waktu itu ada pedagang asongan, yg saya lupa jual apaan)
Ayah: “Jangan yah, ga cukup uangnya. Nanti ga sampai rumah.”
*suara anak hilang. Ga ada respon. Tumben anak kecil ga ngerengek-rengek. Entah kenapa saya agak sedih mendengar jawaban si Ayah :’( Cengeng memang.
Beberapa jam kemudian, terdengar si Ayah menerima telepon, entah dari siapa.
Anak: (nampaknya berusaha ikut pembicaraan antara ayahnya dengan seseorang di telepon itu) “Beliin sepedaa!”
Ayah: “Iya. Nanti”
Anak: “Beliin!”
Ayah: “Iya, nanti yah belinya sama kamunya. Kan nanti harus cocok besarnya sama kamu, sadelnya, tingginya”
Anak: “Pengen yang tinggi siga nu di tipi-tipi”
Ayah: “iya iya..”
*dari suaranya, terdengar ke-bapak-an banget si ayah ini waktu berbicara sama anaknya. Terus terenyuh lagi deh hati saya. Susah memang kalo melankolis.*
Yaps. Sekian #randomthings PIDT-nya. Saya kesana sendirian. Tanpa teman, keluarga atau orang yang dikenal. Saya memang butuh sendiri. Dan ga selamanya sendirian itu menyedihkan (ya, mungkin terlihat menyedihkan bagi beberapa orang). Saya menikmati kesendirian saya itu. Saya selalu senang menceburkan diri di lingkungan dimana tak ada satupun orang yang kita kenal, bepergian sendiri di tempat yang “medan” belum dikuasai. Nyasar karena kemampuan spasial saya tiarap minta ampun, namun itu hal yang menyenangkan buat saya :D
Sayonara, Daarut Tauhiid Bandung! “Sesuatu” banget deh, alhamdulillah yaa :D :D
Monday, August 29, 2011
Friday, August 26, 2011
Lupa
ini udah lama kesimpen di draft.
baru di publish sekarang.
nyeheheh
entah kenapa, kemarin saat perjalanan menuju daarut tauhiid, Bandung, mata saya berkaca-kaca saat mendengar lagu Persembahan Cinta yg dinyanyikan Gradasi. Saya jg gatau kenapa. Tapi mendalami liriknya, rasanya maluu sekali. Malu karena tiap jatuh cinta pada lawan jenis, sepertinya saya tidak mengikutsertakan Allah di dalamnya. Padahal kan,kalo boleh dibilang, Dia-lah sumber cinta yg muncul dalam diri manusia, yg memegang hati manusia, yg memfitrahi manusia dg perasaan yg berjuta rasanya itu.
Hmm, terlalu sibuk dengan manusia-nya, sampai lupa bahwa ada yang menguasai manusia lebih dari segalanya :')
Gradasi - Persembahan Cinta
Disaat cinta menyemai rasa di jiwa
Menghiasi hidup indahkan masa
Luluhkan dengki menghapuskan benci
Kala cahya-Nya membuka mata yang terlena
Sadarkan dari nafsu akan dunia
Rasa yang fana dan maya semata
Reff :
Kan ku ungkap rasa yang terindah
Tentang berkembangnya cinta
Yang semerbak wangi dalam jiwa
Yang kekal abadi s'lamanya
Hanyalah untuk Allah
Kan ku persembahkan
Cinta yang tertinggi dan termurni
Yang tumbuh dalam nurani
Hanyalah untuk Allah
S'lalu ku sandarkan
Segala pengharapan dan do'a
Beri daku cahya-Mu
baru di publish sekarang.
nyeheheh
entah kenapa, kemarin saat perjalanan menuju daarut tauhiid, Bandung, mata saya berkaca-kaca saat mendengar lagu Persembahan Cinta yg dinyanyikan Gradasi. Saya jg gatau kenapa. Tapi mendalami liriknya, rasanya maluu sekali. Malu karena tiap jatuh cinta pada lawan jenis, sepertinya saya tidak mengikutsertakan Allah di dalamnya. Padahal kan,kalo boleh dibilang, Dia-lah sumber cinta yg muncul dalam diri manusia, yg memegang hati manusia, yg memfitrahi manusia dg perasaan yg berjuta rasanya itu.
Hmm, terlalu sibuk dengan manusia-nya, sampai lupa bahwa ada yang menguasai manusia lebih dari segalanya :')
Gradasi - Persembahan Cinta
Disaat cinta menyemai rasa di jiwa
Menghiasi hidup indahkan masa
Luluhkan dengki menghapuskan benci
Kala cahya-Nya membuka mata yang terlena
Sadarkan dari nafsu akan dunia
Rasa yang fana dan maya semata
Reff :
Kan ku ungkap rasa yang terindah
Tentang berkembangnya cinta
Yang semerbak wangi dalam jiwa
Yang kekal abadi s'lamanya
Hanyalah untuk Allah
Kan ku persembahkan
Cinta yang tertinggi dan termurni
Yang tumbuh dalam nurani
Hanyalah untuk Allah
S'lalu ku sandarkan
Segala pengharapan dan do'a
Beri daku cahya-Mu
Labels:
ini aku
Wednesday, August 24, 2011
A Poem that I adore so much (beside "dalam doaku")
Hujan Bulan Juni
Aku Ingin
-Sapardi Djoko Damono-
Tak ada yang lebih tabah
dari hujan bulan Juni
dirahasiakannya rintik rindunya
kepada pohon berbunga itu
tak ada yang lebih bijak
dari hujan bulan Juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya
yang ragu-ragu di jalan itu
tak ada yang lebih arif
dari hujan bulan Juni
dibiarkannya yang tak terucapkan
diserap akar pohon bunga itu
Aku Ingin
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana:
dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu
kepada api yang menjadikannya abu
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana:
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan
kepada hujan yang menjadikannya tiada
-Sapardi Djoko Damono-
Labels:
ini aku
Tuesday, August 23, 2011
Dalam Doaku
Dalam Doaku
(Sapardi Joko Damono, 1989, kumpulan sajak “Hujan Bulan Juni”)
Dalam doaku subuh ini kau menjelma langit yang
semalaman tak memejamkan mata, yang meluas bening
siap menerima cahaya pertama, yang melengkung hening
karena akan menerima suara-suara
Ketika matahari mengambang tenang di atas kepala,
dalam doaku kau menjelma pucuk-pucuk cemara yang
hijau senantiasa, yang tak henti-hentinya
mengajukan pertanyaan muskil kepada angin
yang mendesau entah dari mana
Dalam doaku sore ini kau menjelma seekor burung
gereja yang mengibas-ibaskan bulunya dalam gerimis,
yang hinggap di ranting dan menggugurkan bulu-bulu
bunga jambu, yang tiba-tiba gelisah dan
terbang lalu hinggap di dahan mangga itu
Maghrib ini dalam doaku kau menjelma angin yang
turun sangat perlahan dari nun di sana, bersijingkat
di jalan dan menyentuh-nyentuhkan pipi dan bibirnya
di rambut, dahi, dan bulu-bulu mataku
Dalam doa malamku kau menjelma denyut jantungku,
yang dengan sabar bersitahan terhadap rasa sakit
yang entah batasnya, yang setia mengusut rahasia
demi rahasia, yang tak putus-putusnya bernyanyi
bagi kehidupanku
Aku mencintaimu.
Itu sebabnya aku takkan pernah selesai mendoakan
keselamatanmu
semangat menata hati dan perasaan :) #selftalk
(Sapardi Joko Damono, 1989, kumpulan sajak “Hujan Bulan Juni”)
Dalam doaku subuh ini kau menjelma langit yang
semalaman tak memejamkan mata, yang meluas bening
siap menerima cahaya pertama, yang melengkung hening
karena akan menerima suara-suara
Ketika matahari mengambang tenang di atas kepala,
dalam doaku kau menjelma pucuk-pucuk cemara yang
hijau senantiasa, yang tak henti-hentinya
mengajukan pertanyaan muskil kepada angin
yang mendesau entah dari mana
Dalam doaku sore ini kau menjelma seekor burung
gereja yang mengibas-ibaskan bulunya dalam gerimis,
yang hinggap di ranting dan menggugurkan bulu-bulu
bunga jambu, yang tiba-tiba gelisah dan
terbang lalu hinggap di dahan mangga itu
Maghrib ini dalam doaku kau menjelma angin yang
turun sangat perlahan dari nun di sana, bersijingkat
di jalan dan menyentuh-nyentuhkan pipi dan bibirnya
di rambut, dahi, dan bulu-bulu mataku
Dalam doa malamku kau menjelma denyut jantungku,
yang dengan sabar bersitahan terhadap rasa sakit
yang entah batasnya, yang setia mengusut rahasia
demi rahasia, yang tak putus-putusnya bernyanyi
bagi kehidupanku
Aku mencintaimu.
Itu sebabnya aku takkan pernah selesai mendoakan
keselamatanmu
semangat menata hati dan perasaan :) #selftalk
Labels:
ini aku
Thursday, August 11, 2011
#thinkrandom
kalo dipikir-pikir, saya amat sangat beruntung mendapat jatah magang di bulan puasa.
setidaknya saya mengisi waktu dengan hal yang bermanfaat, kan?
alhamdulillah :)
*kalo di rumah mah bawaannya tidur, gogoleran dan fesbukan :p
setidaknya saya mengisi waktu dengan hal yang bermanfaat, kan?
alhamdulillah :)
*kalo di rumah mah bawaannya tidur, gogoleran dan fesbukan :p
Labels:
ini aku
Subscribe to:
Posts (Atom)